Lewati ke konten utama
Pemkab Pulang Pisau

Bupati Pulpis Hadiri Rakor Optimalisasi PAD Sektor Perkebunan dan Kehutanan

Redaksi 21-10-2025, 01:52 WIB 2 menit baca
Bupati Pulpis, H Ahmad Rifai, mengikuti Rakor Optimalisasi PAD sektor perkebunan dan kehutanan. (FOTO:DISKOMINFO)
Bupati Pulpis, H Ahmad Rifai, mengikuti Rakor Optimalisasi PAD sektor perkebunan dan kehutanan. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PALANGKA RAYA – Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perkebunan dan kehutanan yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, pada Senin (20/10/2025).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, termasuk Wakil Gubernur Edy Pratowo, serta Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard Samuel Ampung.

Dalam paparannya, Bupati Ahmad Rifa’i menyampaikan harapannya agar rakor ini menghasilkan sinergi antara pemerintah dan investor dalam memenuhi kewajiban perpajakan, khususnya dari sektor perkebunan, kehutanan, dan industri lainnya yang menjadi sumber PAD.

“Melalui rapat koordinasi ini diharapkan investor mengetahui mana yang menjadi kewajiban mereka kepada pemerintah kabupaten dan mana yang menjadi kewajiban kepada pemerintah provinsi,” ujar Ahmad Rifa’i.

Ia juga menyoroti lemahnya pelaporan program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh sejumlah perusahaan kepada pemerintah daerah, yang menyebabkan tidak adanya informasi yang utuh mengenai kontribusi perusahaan terhadap masyarakat.

“Gubernur sudah mengundang investor untuk membuat komitmen bersama dalam memenuhi hak dan kewajiban mereka untuk ikut memajukan daerah. Mudah-mudahan langkah ini menjadikan Pulang Pisau lebih maju dan jaya,” imbuhnya.

Bupati juga mengapresiasi penandatanganan Pakta Integritas antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan pihak ketiga yang memuat 17 poin penting sebagai rujukan dalam optimalisasi PAD.

 Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain kepatuhan membayar pajak dan retribusi secara penuh dan tepat waktu, penggunaan plat KH untuk kendaraan dan alat berat, pembelian BBM melalui distributor resmi di Kalteng, pelaksanaan program CSR secara transparan, penyediaan plasma Perkebunan, dan pemberdayaan tenaga kerja local.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menekankan bahwa optimalisasi PAD membutuhkan niat, kemauan, tekad, dan kolaborasi dari semua pihak.

“Dana transfer ke daerah mengalami penurunan akibat efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Ini menjadi tantangan, tapi juga peluang untuk menggali potensi daerah,” kata Agustiar.

Gubernur juga menegaskan bahwa Kalimantan Tengah membuka lebar pintu investasi dengan memberikan berbagai kemudahan. Namun, ia mengingatkan agar investor juga menunjukkan tanggung jawabnya terhadap daerah.

“Kami permudah investasi, tapi kami juga berharap para investor menghargai daerah dengan memenuhi kewajiban mereka. Ini demi kemajuan bersama,” tegasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard