Disdik Kotim Wacanakan Relokasi SDN Kunjung Lampuyang Akibat Banjir dan Kemunculan Buaya
SB, SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) mewacanakan relokasi SDN Kunjung Lampuyang yang terletak di Kecamatan Teluk Sampit. Wacana ini muncul sebagai respons atas ancaman banjir rob dan kemunculan buaya yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan kegiatan belajar mengajar.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, dalam rapat pembahasan APBD 2026 bersama Komisi III DPRD Kotim, Rabu (22/10/2025).
"Belakangan kondisi semakin parah. Solusi terbaik adalah relokasi. Membangun tembok penahan akan sangat mahal dan membutuhkan lahan yang luas. Relokasi jauh lebih efektif," ujar Irfansyah.
Diketahui, SDN Kunjung Lampuyang sempat tergenang banjir hingga setinggi lutut orang dewasa. Meskipun demikian, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah genangan. Situasi semakin memprihatinkan setelah warga melaporkan kemunculan buaya di sungai depan sekolah beberapa hari lalu.
Untuk mengatasi kondisi darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim sempat membantu dengan mendirikan tenda belajar agar siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan aman.
"Jika situasi sudah tidak memungkinkan, kegiatan belajar bisa dilakukan sementara dari rumah," tambah Irfansyah.
Sebagai solusi jangka panjang, Disdik Kotim telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyiapkan lahan baru yang aman dari potensi banjir dan ancaman satwa liar.
"Kami sudah komunikasikan dengan kepala desa. Kalau memungkinkan ada lahan, sekolah akan dipindahkan ke lokasi baru," jelasnya.
Irfansyah berharap rencana relokasi ini mendapat dukungan dari seluruh pihak, mengingat keterbatasan anggaran daerah yang saat ini tengah dalam kebijakan efisiensi.
"Dengan anggaran yang terbatas, solusi harus benar-benar efektif dan berorientasi pada keselamatan siswa serta guru," pungkasnya. (f1/sb)