Lewati ke konten utama
Pemkab Murung Raya

Pemkab Mura dan Bapanas Lakukan Pemantauan Harga Beras Premium di Puruk Cahu

Redaksi 07-11-2025, 05:25 WIB 1 menit baca
Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium di sejumlah titik penjualan di Puruk Cahu, Rabu (5/11/2025). FOTO: ANG/SB
Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium di sejumlah titik penjualan di Puruk Cahu, Rabu (5/11/2025). FOTO: ANG/SB

SB, PURUK CAHU– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium di sejumlah titik penjualan di Puruk Cahu, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini menindaklanjuti laporan tingginya harga beras premium di pasaran yang menjadikan Murung Raya sebagai salah satu daerah dengan harga tertinggi di Kalimantan Tengah.

Tim Bapanas yang dipimpin Razif dan Yuda dari Direktorat Pengendalian Kerawanan Pangan meninjau langsung kondisi distribusi dan ketersediaan beras di lapangan. Pemantauan tersebut turut didampingi Dinas Ketahanan Pangan, Disperindagkop UKM, Bagian Ekonomi dan SDA Setda, serta instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Murung Raya, Lentine Miraya, mengungkapkan bahwa faktor utama penyebab tingginya harga beras di wilayah tersebut adalah biaya transportasi dari daerah pemasok.

"Karena jarak dan akses distribusi yang jauh, biaya angkutan menjadi tinggi. Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mempertimbangkan skema subsidi biaya distribusi, mengingat daerah tidak memiliki regulasi untuk memberikan subsidi langsung pada pengangkutan pangan," jelas Lentine.

Sementara itu, Plt. Kepala Disperindagkop UKM, Roy Chahyadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan operasi pasar murah sebagai salah satu langkah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

"Operasi pasar kita jalankan untuk meringankan beban masyarakat. Harapannya mampu menekan dampak kenaikan harga di tingkat pengecer," ujarnya.

Perwakilan Bapanas, Razif, menegaskan bahwa hasil pemantauan akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait. (Ang/sb)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard