Isu Penculikan Anak, Disdik Kotim Imbau Sekolah dsn Ortu Tingkatkan Kewaspadaan
SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta sekolah dan orang tua meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya isu penculikan anak yang sempat meresahkan masyarakat.
Meskipun kabar tersebut tidak terbukti, langkah antisipasi tetap dilakukan guna menjaga keamanan peserta didik.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kotim, Mahbub, mengatakan isu penculikan anak kerap beredar dan sulit dipastikan kebenarannya.
Namun, karena informasi itu sudah menimbulkan kecemasan di lingkungan sekolah, pihaknya segera bergerak melakukan pencegahan.
“Kemarin itu kami mengambil tindakan antisipasi karena isu sudah menyebar dan membuat resah, baik di kalangan murid maupun pihak sekolah,” kata Mahbub, Selasa (18/11/2025).
Ia menegaskan bahwa meski kabar tersebut tidak terbukti, sekolah dan orang tua tetap diminta berhati-hati, terutama saat jam pulang sekolah.
“Untuk siswa SD, kami tetap menganjurkan agar dijemput orang tua atau wali sebagai langkah pencegahan,” kata Mahbub.
Disdik juga mengimbau kepala sekolah dan guru meningkatkan pengawasan, memastikan peserta didik dijemput oleh orang tua atau wali yang dikenal pihak sekolah.
Menurutnya, keresahan yang muncul di tengah masyarakat menjadi alasan perlunya kewaspadaan berlapis.
“Meskipun informasinya belum terbukti, tetap kami anggap penting karena sudah menimbulkan keresahan,” jelasnya.
Terkait program sekolah siaga sebagai upaya pencegahan penculikan, Mahbub menyebut hingga kini belum ada pembahasan ataupun arahan resmi.
“Wacananya pun belum dibentuk. Sekolah menunggu arahan dari pimpinan dan pemerintah daerah karena tidak bisa mengambil kebijakan sendiri tanpa dasar yang jelas,” tambahnya.
Meski demikian, ia menilai koordinasi antara sekolah dan masyarakat selama ini sudah berjalan baik. Sinergi tersebut, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan anak.
Mahbub berharap orang tua lebih aktif bekerja sama, mulai dari memastikan anak tidak pulang sendirian hingga segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar sekolah.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan sekolah saja, tetapi memerlukan peran aktif orang tua dan masyarakat,” tegasnya. (f1/sb)