Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim dan Guru PAUD Gelar Pendampingan PMT untuk Cegah Stunting

Redaksi 05-12-2025, 12:12 WIB 2 menit baca
Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkolaborasi dengan dengan guru PAUD gerakan Cegah Stunting. (FOTO:ISTIMEWA)
Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkolaborasi dengan dengan guru PAUD gerakan Cegah Stunting. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkolaborasi dengan para guru PAUD dalam kegiatan pendampingan apresiasi pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari workshop penanganan stunting dan pemberian PMT yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdik Kotim, Legendaria Okta Bellary Nusaku, menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin melihat sejauh mana guru PAUD dapat memberikan edukasi kepada orang tua mengenai bekal sehat bagi anak.

“Kegiatan ini implementasi dari kegiatan kita minggu kemarin, workshop penanganan stunting dan pemberian PMT. Jadi dalam kegiatan ini kita lihat sejauh mana guru-guru kita bisa memberi penjelasan kepada orang tuanya bahwa bekal anak yang sehat itu bagaimana,” ujar Legendaria, Jumat (5/12/2025).

Legendaria menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Disdik Kotim dalam mendukung upaya penanganan stunting serta mendukung program pemerintah daerah bersama Bunda PAUD Kotim. Ia juga menekankan pentingnya perhatian orang tua dalam menyiapkan bekal anak.

Ia menyampaikan bahwa bekal anak tidak boleh didominasi jajanan tidak sehat, seperti makanan ringan tinggi gula dan garam. Hal itu juga diterapkan dalam perlombaan yang digelar, di mana meskipun menu disajikan dalam bentuk tumpeng, isinya tetap disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak PAUD, termasuk takaran rasa yang tidak boleh terlalu asin atau terlalu manis.

“Kami dari Disdik memiliki komitmen kuat dalam mendukung penurunan stunting. Bidang PAUD dan PNF memegang peran penting untuk memastikan asupan gizi terbaik bagi generasi penerus di Kotim,” jelas Legendaria.

Sementara itu, Bunda PAUD Kotim, Khairiyah, menegaskan bahwa edukasi gizi sejak dini di lembaga PAUD merupakan langkah penting dalam menjaga tumbuh kembang anak. Ia meminta seluruh pendidik PAUD untuk aktif mengedukasi orang tua mengenai pentingnya bekal bergizi.

Menurutnya, kebiasaan makan sehat harus dibentuk sejak dari rumah dan diperkuat melalui lingkungan sekolah.

“Guru-guru PAUD harus ikut mensosialisasikan pentingnya makanan bergizi, baik kepada anak didik maupun orang tuanya. Harapan kita, anak-anak membawa bekal yang sehat agar tumbuh lebih baik sebagai generasi masa depan,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard