seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Akses Pertanian Desa Tinduk Kotim Semakin Lancar Berkat Inpres Jalan Daerah dari Pemerintah Pusat

by Redaksi - Tanggal 18-01-2026,   jam 07:22:15
Kondisi Inpres Jalan Desa Tinduk dari Pemerintah Pusat. FOTO:ISTIMEWA

SB, SAMPIT- Senja di Jalan Pelita, Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, kini tak lagi sama. Hamparan aspal hitam yang mulus membelah persawahan menjadi pemandangan baru yang dinikmati warga setiap sore. Jalan yang dulunya rusak dan berlubang, kini menjelma menjadi urat nadi penggerak aktivitas pertanian dan ekonomi masyarakat desa.

Perubahan itu tak lepas dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang dibiayai melalui APBN. Program pemerintah pusat tersebut membawa dampak nyata bagi warga Desa Tinduk, terutama dalam mempermudah akses angkut hasil pertanian dan perkebunan menuju Kota Sampit.

Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Tinduk, Zikrillah, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya peningkatan jalan tersebut. Menurutnya, kehadiran infrastruktur yang layak menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat desa setempat.

"Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Jalan ini sangat membantu masyarakat menuju kebun maupun ke Kota Sampit. Mobilitas warga jadi jauh lebih mudah," kata Zikrillah, Sabtu (17/1/2025).

Ia menjelaskan, wilayah Desa Tinduk banyak pertanian produktif. Terdapat banyak kelompok tani padi, kebun sawit rakyat, kebun buah, hingga rotan. Jalan yang baik menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil panen dan aktivitas ekonomi warga.

Sebelum mendapat sentuhan program IJD, kondisi Jalan Pelita kerap memprihatinkan. Pada 2024, jalan tersebut sempat mendapat pemeliharaan dari pemerintah kabupaten, ditambah upaya swadaya masyarakat dan dana desa untuk penimbunan. Namun, kerusakan kembali muncul terutama saat musim hujan.

"Kini jalannya sudah diaspal mulus sampai ke Muara Jalan Tjilik Riwut meskipun belum sampai perkampungan. Harapan kami ke depan, sisa sekitar dua kilometer menuju permukiman bisa dituntaskan. Jalan yang tersisa itu memang masih fungsional, tapi kalau hujan sering berlubang," ujar Zikrillah.

Jalan Pelita Desa Tinduk terhubung langsung ke Jalan Tengku Gembo, Kecamatan Kota Besi, yang juga memperoleh program Inpres Jalan Daerah. Konektivitas ini semakin memperkuat akses warga antarwilayah. 

Seiring kondisi jalan yang semakin baik, aktivitas warga pun ikut tumbuh. Banyak masyarakat memanfaatkan sore hari untuk berkumpul, menikmati pemandangan sawah dan lingkungan sekitar di jalan tersebut. Meski demikian, pemerintah desa tetap mengingatkan agar keselamatan tetap diutamakan.

"Kami imbau pengguna kendaraan dan warga yang bersantai agar tetap berhati-hati. Jangan sampai berada di tengah jalan. Untuk pengamanan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Kota Besi dan Bhabinkamtibmas, setiap sore ada patroli dari," tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya pada Oktober 2025, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, dua ruas jalan di Kotim berhasil mendapatkan program IJD dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Dua ruas tersebut yakni Jalan Tengku Gembo, Kota Besi, dan Jalan Pelita, Desa Tinduk, Baamang. Program ini bertujuan meningkatkan konektivitas jalan daerah yang memiliki nilai strategis dan mendukung aktivitas masyarakat.

Mentana menjelaskan, Program IJD tersebut merupakan hasil dari usulan dan dorongan Bupati Kotim Halikinnor, serta kerja aktif tim teknis yang terus mengirimkan data ke pemerintah pusat.

Pelaksanaan proyek peningkatan jalan dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah. Untuk Jalan Tengku Gembo, nilai kontrak mencapai Rp14,32 miliar dengan panjang 3,127 kilometer. 

Sementara preservasi Jalan Pelita Desa Tinduk memiliki pagu Rp15,08 miliar untuk peningkatan sepanjang 3,22 kilometer.

Kedua ruas jalan tersebut memenuhi kriteria program IJD karena terhubung dengan jalan nasional, menjadi akses penting menuju fasilitas pendidikan, serta berperan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

"Jalan Pelita Desa Tinduk dan Tengku Gembo Kota Besi ini kondisinya sudah rusak berat. Dulu pernah diaspal, tapi sudah lama tidak tersentuh perbaikan. Kini berkat program IJD, dua ruas ini bisa kembali layak dilalui," pungksnya (f1/SB)