Bupati Pulpis Resmikan Taman Hosana Sinta Bukit Doa di Desa Tangkahen
SB, PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i, meresmikan Taman Hosana Sinta Bukit Doa yang ditandai dengan penandatanganan prasasti serta berita acara serah terima aset. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gereja Sinta, Desa Tangkahen, Kecamatan Banama Tingang, Selasa (27/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Rifa’i menyampaikan bahwa Taman Hosana Sinta Bukit Doa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan perenungan, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman serta penguatan nilai-nilai moral masyarakat. Selain itu, taman ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat kerukunan antarumat beragama.
Menurutnya, taman tersebut juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah di Kabupaten Pulang Pisau.
“Hibah ini merupakan bentuk kepercayaan dan sinergi antara pemerintah dan kelembagaan keagamaan dalam rangka peningkatan pelayanan keagamaan dan spiritual masyarakat,” ujar Ahmad Rifa’i.
Ia berharap, setelah diresmikan, Taman Hosana Sinta Bukit Doa dapat dikelola dan dirawat secara berkelanjutan serta dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat luas.
“Pemerintah senantiasa berkomitmen untuk menjamin kebebasan beragama dan mendukung kehidupan beragama yang harmonis, serta mendorong terciptanya toleransi, persaudaraan, dan kedamaian di tengah masyarakat,” tambahnya.
Bupati Ahmad Rifa’i juga menegaskan bahwa pembangunan spiritual merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari pembangunan daerah secara menyeluruh.
Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GKE, Simpon F. Lion, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, khususnya kepada Bupati Ahmad Rifa’i, atas terealisasinya pembangunan Taman Hosana Sinta Bukit Doa.
Simpon mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya berkomitmen dalam pengelolaan taman, tetapi juga berkeinginan untuk terus mengembangkannya. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki perhatian, komitmen, dan konsentrasi untuk mengawal, menjaga, merawat, serta mengembangkan fasilitas dan aset yang telah diberikan oleh pemerintah daerah.
“Kami terus mempersiapkan pengelolaan dengan manajemen yang baik dan didukung sumber daya manusia yang memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan taman ini,” tutup Simpon. (sb/*)