Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan 1447 H

Redaksi 06-02-2026, 03:33 WIB 2 menit baca
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko memimpin sidak harga, keamanan, dan mutu pangan menjelang ramadan. (FOTO:MMC KALTENG)
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko memimpin sidak harga, keamanan, dan mutu pangan menjelang ramadan. (FOTO:MMC KALTENG)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan pangan di wilayah Kalteng dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Untuk menjaga stabilisasi pasokan serta harga pangan di pasaran, Tim Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) harga, keamanan, dan mutu pangan dengan titik kumpul di depan Bank BRI Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya, Kamis (6/2/2025).

Kegiatan sidak tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Prov. Kalteng, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng, perwakilan Perum Bulog Kanwil Kalteng, Polda Kalteng, Pangdam, serta lintas sektor terkait lainnya.

Sidak dilakukan di beberapa lokasi strategis, antara lain Pasar Besar, Pasar Kahayan, distributor dan pengecer LPG, serta Gudang Bulog Palangka Raya.

Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di Gudang Bulog menunjukkan stok pangan aman untuk empat hingga enam bulan ke depan. Stok beras medium di tingkat pedagang besar juga terpantau mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Ramadan.

Meski demikian, ia mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit dan cabai merah yang kini berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Selain itu, perhatian serius juga diberikan terhadap harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer yang mencapai Rp35.000 hingga Rp38.000 di Kota Palangka Raya, bahkan menembus Rp50.000 hingga Rp60.000 di wilayah pedalaman.

“Sesuai arahan, kami mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menciptakan inovasi kebijakan terkait penetapan harga LPG di tingkat pengecer yang mempertimbangkan jarak angkut. Misalnya, dari pangkalan ke desa A atau desa B memiliki standar harga yang jelas,” tegas Yuas Elko.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan. Pemerintah Provinsi Kalteng melalui TPID juga berencana menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng, Agus Candra, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas dalam pengawasan pangan segar, meskipun untuk beberapa komoditas tertentu terdapat regulasi khusus yang menjadi perhatian lintas instansi.

“Kami memahami regulasi yang ada dan akan memastikan suplai pangan, termasuk yang berasal dari luar pulau, tetap aman serta stok tersedia di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Agus Candra menambahkan bahwa menjelang awal Ramadan biasanya terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, namun kondisi tersebut dinilai masih wajar dan cenderung kembali stabil setelah Ramadan berjalan sekitar satu minggu.

“Kami akan memastikan menjelang Hari Raya Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya, kenaikan harga pangan tidak terlalu jauh dan tetap terkendali,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard