Lewati ke konten utama
Bisnis

BI Kalteng Buka Get Up Bajukung 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Terhubung Ekosistem Pembiayaan

Redaksi 13-02-2026, 12:19 WIB 2 menit baca
BI Kalteng ketika melaksanakan Gelora Transformasi UMKM Potensial Bersama Menuju UMKM Unggulan Tahun 2026. (FOTO:ISTIMEWA)
BI Kalteng ketika melaksanakan Gelora Transformasi UMKM Potensial Bersama Menuju UMKM Unggulan Tahun 2026. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi membuka kegiatan Get Up Bajukung (Gelora Transformasi UMKM Potensial Bersama Menuju UMKM Unggulan) Tahun 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026. Program rutin tahunan ini bertujuan menjaring UMKM potensial baru untuk menjadi calon mitra atau binaan Bank Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM di Kalimantan Tengah.

Kegiatan pembukaan juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widarnani, sebagai bentuk sinergi antara Bank Indonesia dengan pemerintah daerah.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yuliansah Andrias, yang menyampaikan apresiasi kepada UMKM yang telah lolos proses kurasi dan menekankan pentingnya komitmen serta partisipasi aktif dalam berbagai program pengembangan sepanjang tahun 2026.

“Program Get Up Bajukung diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM potensial untuk naik kelas, memperkuat kapasitas usaha, serta terhubung dengan ekosistem pembiayaan dan pemasaran yang lebih luas,” ujar Yuliansah.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Memahami Pembiayaan UMKM Pilihan, Skema, dan Perlindungan” dengan narasumber dari Bank Kalteng, diwakili oleh Pemimpin Bisnis Cabang Palangka RayaBank Syariah Indonesia (BSI), diwakili Micro Manager Rela; serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bank Kalteng memaparkan berbagai skema pembiayaan konvensional yang dapat diakses pelaku UMKM, sementara BSI menjelaskan alternatif pembiayaan berbasis syariah beserta program unggulannya. OJK melengkapi dengan penjelasan mengenai kebijakan dan program perlindungan konsumen serta literasi keuangan, guna meningkatkan pemahaman serta keamanan pelaku usaha dalam mengakses layanan keuangan.

Selain mendapatkan materi dari lembaga penyedia jasa keuangan, peserta juga memperoleh inspirasi dari success story dua UMKM binaan Bank Indonesia Kalteng, yaitu Dapur S’Best dan Indang Apang Galeri.

Nindita Nareswari, pemilik Dapur S’Best, menekankan pentingnya kelengkapan legalitas usaha, strategi masuk ke pasar ritel modern, serta penguatan sinergi kelompok dalam pengembangan bisnis. S

ementara itu, Amelia Agustina, pemilik Indang Apang Galeri, berbagi pengalaman mengenai proses pembinaan, peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi yang terjalin selama menjadi mitra binaan Bank Indonesia.

Program Get Up Bajukung 2026 diharapkan mampu memperluas jangkauan UMKM potensial, meningkatkan kapasitas usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sinergi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard