KONI Kotim Belum Maksimal Persiapan Porprov Kalteng, Terkendala Kepastian Anggaran
SB, SAMPIT - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Alexius Esliter, mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga saat ini belum berjalan maksimal.
Hal ini disebabkan belum adanya kejelasan anggaran untuk mendukung proses seleksi dan pembinaan atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor).
Ia menjelaskan, sejak awal 2025 hingga kini belum ada pergerakan signifikan terkait persiapan Porprov.
“Kalau kita bandingkan dengan daerah lain, mereka sudah siap. Bahkan ada yang menganggarkan hingga miliaran rupiah. Sementara kita di Kotim sampai sekarang belum ada kepastian, terutama terkait dukungan anggaran,” ujarnya saat RDP bersama Komisi III DPRD, Kamis (19/2/2026).
Menurut Alexius, kondisi ini membuat pihaknya harus berhati-hati dalam mengambil langkah. Ia mengaku masih trauma dengan pengalaman sebelumnya, di mana kegiatan sudah berjalan namun dukungan anggaran tidak kunjung terealisasi sehingga pembiayaan harus ditanggung lebih dulu.
“Kami bukan tidak ingin bergerak, tapi sekarang harus sangat berhati-hati. Jangan sampai kejadian sebelumnya terulang. Kalau jumlahnya kecil mungkin masih bisa kami talangi, tapi kalau sudah besar tentu kami tidak berani,” tegasnya.
Alexius menambahkan, banyak pengurus cabor yang hampir setiap hari mempertanyakan kapan seleksi atlet bisa dilaksanakan. Namun, seleksi memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit.
“Untuk bisa menentukan atlet yang akan dikirim, tentu harus ada seleksi. Itu perlu dana. Kalau anggaran belum jelas, kami juga tidak berani memerintahkan cabor untuk jalan,” katanya.
Pendaftaran cabang olahraga untuk Porprov sudah dibuka sejak 2 Februari dan akan ditutup pada 10 April. KONI Kotim berharap ada keputusan dan kepastian anggaran secepatnya agar persiapan tidak tertunda.
Selain persoalan anggaran, kendala lain muncul dari beberapa cabor yang masih berstatus demisioner di tingkat provinsi, sehingga kepengurusan di tingkat kabupaten belum bisa berjalan maksimal tanpa mandat resmi dari provinsi.
“Kami berharap ada titik temu dan kejelasan, terutama terkait cabor apa saja yang akan diikutsertakan di Porprov nanti. Kalau anggaran sudah ada, kami siap langsung bergerak bersama cabor yang siap,” ungkapnya.
KONI Kotim pun berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah agar pembinaan olahraga tetap berlanjut dan Kotim dapat berpartisipasi maksimal dalam ajang Porprov Kalteng mendatang. (f1/sb)