40 Jemaah Umrah Kotim Dijadwalkan Kembali ke Indonesia, Penerbangan Aman Meski Konflik Timur Tengah
SB, SAMPIT – Sebanyak 40 jemaah umrah asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang diberangkatkan oleh PT Deyafah Al Hamarain Syarifain (DHS) dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Kamis, 4 Maret 2026.
Reno, admin Tour and Travel PT DHS, memastikan kepulangan para jemaah sesuai jadwal dan tidak terdampak situasi konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.
“Untuk kepulangan ke Indonesia, dari Jeddah tanggal 4 Maret pukul 20.00 waktu setempat. Insyaallah sampai di Jakarta lewat pukul 10.00 pagi,” ujar Reno kepada awak media, Rabu (4/3/2026).
Para jemaah terdiri dari 22 laki-laki dan 18 perempuan. Reno menegaskan bahwa penggunaan penerbangan langsung dengan maskapai Lion Air rute Jeddah–Jakarta membuat rombongan aman dari gangguan yang kerap terjadi pada penerbangan transit di negara terdampak konflik.
“Schedule sebelumnya tetap sesuai jadwal. Karena kita pakai maskapai Lion dengan penerbangan langsung Jeddah–Jakarta, bukan transit. Jadi aman sesuai schedule,” jelas Reno.
Reno menambahkan, sejauh ini tidak ada keluhan dari para jemaah selama berada di Tanah Suci. Mereka hanya menanyakan apakah situasi konflik akan memengaruhi kepulangan mereka, namun setelah diberikan penjelasan, para jemaah merasa tenang.
Terkait keberangkatan jemaah berikutnya, Reno menyebut belum ada pembatalan. Jadwal berikutnya direncanakan pada pertengahan hingga akhir Juli 2026, sekitar tanggal 20-an.
“Mengenai isu ribuan jemaah Indonesia terdampak gangguan penerbangan, kemungkinan besar terjadi pada maskapai yang rutenya transit di negara terdampak. Sementara rombongan kita aman karena penerbangan langsung,” terang Reno.
Ia juga menambahkan, pihaknya berharap konflik di Timur Tengah segera mereda agar jadwal perjalanan umrah tidak terganggu. “Kalau semakin besar, tentu bisa berpengaruh ke jadwal travel kita. Bisa saja diundur, sementara jemaah biasanya ingin berangkat sesuai jadwal,” ungkapnya.
Hingga kini, Reno menyebut belum ada arahan resmi dari pemerintah untuk menunda keberangkatan umrah, sehingga semua kegiatan masih berjalan sesuai jadwal.
“Untuk arahan dari pemerintah, sejauh ini belum ada informasi. Jadi untuk sementara masih berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya. (f1/sb)