Lewati ke konten utama
HUKUM

Polres Kotim Matangkan Kesiapan Operasi Ketupat 2026 Jelang Lebaran, Siapkan 8 Pos Pengamanan

Redaksi 06-03-2026, 12:34 WIB 2 menit baca
Polres Kotim saat melaksanakan rapat koordinasi Lintas Sektor kesiapan Operasi Ketupat 2026. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Polres Kotim saat melaksanakan rapat koordinasi Lintas Sektor kesiapan Operasi Ketupat 2026. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk mematangkan persiapan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (6/3/2026).

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengatakan rakor membahas berbagai dinamika yang berpotensi terjadi selama arus mudik, pelaksanaan Idulfitri, hingga arus balik. Aspek yang dibahas meliputi keamanan, ketertiban masyarakat, serta kesiapan sarana transportasi.

“Dinamikanya cukup banyak, mulai dari arus mudik, pelaksanaan hari raya, hingga arus balik. Baik dari sisi keamanan maupun ketertiban masyarakat,” jelas Resky.

Dalam rapat tersebut, berbagai pihak memberikan masukan, termasuk unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Polres Kotim juga berencana melakukan asesmen terhadap lokasi-lokasi yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat, seperti tempat wisata, bandara, dan pelabuhan.

Selain itu, pihak kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan, baik rawan kecelakaan lalu lintas, kemacetan, maupun gangguan kamtibmas, termasuk objek vital yang perlu diamankan.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polres Kotim akan mendirikan delapan pos pengamanan di lokasi strategis, terdiri dari lima pos pengamanan, satu pos pelayanan, dan dua pos terpadu. Pos-pos ini akan mulai beroperasi bersamaan dengan pelaksanaan operasi pada 25 Maret 2026, dan bisa diperpanjang sesuai situasi di lapangan.

“Pengamanan tidak hanya fokus pada arus mudik dan balik, tetapi juga memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk, mulai dari tarawih hingga kegiatan Lebaran lainnya,” tambah Resky. Posko pengamanan juga mencakup bandara, pelabuhan, dan terminal Patih Rumbih.

Selain itu, kepolisian akan memantau ketersediaan bahan pokok dan potensi kenaikan harga menjelang Lebaran. “Salah satu perhatian kami adalah kemungkinan kelangkaan bahan pokok dan lonjakan harga. Monitoring akan dilakukan di pasar tradisional maupun distributor,” ujarnya.

Operasi ini akan melibatkan ratusan personel dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, sesuai kapasitas masing-masing, untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri di Kotim.

“Personel dari Polri akan kita kerahkan, ditambah dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan,” pungkas Resky. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard