Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang, Risiko Karhutla Meningkat

Redaksi 09-03-2026, 01:54 WIB 1 menit baca
Plt Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung
Plt Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Diseminasi Prediksi Musim Kemarau 2026 secara daring, Senin (9/3/2026), untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Sekda Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung, menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan datang lebih awal, berlangsung lebih panjang, dan curah hujan cenderung di bawah normal. Puncaknya diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus. Fenomena El Nino juga menjadi faktor yang meningkatkan risiko karhutla di wilayah ini.

“Strategi penanganan harus tepat sasaran, fokus pada pencegahan dini, dan memperkuat sinergi antarinstansi, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Leonard. Ia menekankan pentingnya program seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penetapan status kedaruratan lebih awal agar dukungan BNPB dan mekanisme anggaran dapat segera berjalan.

Kepala BMKG Provinsi Kalteng, Sugiyono, menambahkan bahwa curah hujan di Maret–Mei masih menengah hingga tinggi, namun mulai menurun pada Juni–Agustus. Musim kemarau diprediksi lebih panjang 2–4 dasarian dibanding kondisi normal. Sugiyono merekomendasikan penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan, peningkatan kesiapsiagaan kekeringan, serta pengelolaan air dan waduk secara optimal.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menekankan bahwa risiko karhutla tahun 2026 lebih tinggi dibanding 2024–2025. Namun, pengalaman pengendalian karhutla beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sinergi antarinstansi dan operasi deteksi dini mampu menekan dampak kebakaran. Penetapan status darurat karhutla diharapkan memperkuat langkah pengendalian di lapangan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil langkah pencegahan dan pengendalian karhutla secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dan lingkungan tetap terlindungi meski musim kemarau lebih panjang datang tahun ini. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard