Prediksi BMKG, Kotim Berpotensi Terjadi Kemarau Panjang
SB, SAMPIT - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim), Mulyono Leo Nardo menjelaskan, berdasarkan analisis BMKG, potensi terjadinya El Nino pada tahun 2026 berada di kisaran 50–60 persen.
Terutama pada periode Mei hingga Juli. Namun, kekuatannya diperkirakan masih dalam kategori lemah menuju sedang.
“Diperkirakan di Mei, Juni, Juli kita memasuki El Nino lemah menuju sedang. Potensinya masih antara rendah hingga sedang,” ujar Mulyono, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, salah satu indikator El Nino kuat adalah peningkatan suhu muka laut di wilayah Pasifik yang mencapai lebih dari 2 derajat Celsius. Namun, saat ini peningkatan suhu tersebut masih berada di bawah ambang batas tersebut.
“Sekarang di pantauan masih di bawah 2 derajat, jadi kita belum bisa menyimpulkan akan terjadi El Nino kuat,” jelasnya.
Mulyono menambahkan, kondisi ini berlaku secara umum di seluruh Indonesia, termasuk Kotawaringin Timur.
Meski demikian, dampak yang paling terasa diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun ini yang cenderung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Disamping itu ia juga menegaskan bahwa istilah “El Nino Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan tidak dikenal dalam kajian ilmiah BMKG.
“Kalau El Nino Godzilla itu lebih identik dengan El Nino yang ekstrem. Tapi dari sisi saintis BMKG, kami tidak mengenal istilah itu. Kami lebih mengacu pada kategori El Nino lemah, sedang, atau kuat. (f1/sb)