Polisi Telusuri Penyebab Kebakaran Kapal Minyak di Sungai Mentaya Menewaskan 1 Orang dan 1 Hilang
SB, PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian terus mendalami penyebab kebakaran hebat yang melibatkan Kapal LCT Perigi Raya dan TB Batara 7 di Sungai Mentaya, Desa Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (28/3/2026). Insiden tersebut menewaskan satu pekerja dan menyebabkan satu orang lainnya masih hilang.
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Budi Rachmat menegaskan bahwa fokus utama penyelidikan saat ini adalah mengungkap penyebab pasti kebakaran yang disertai ledakan tersebut.
“Penyidik masih mengumpulkan bukti dan memperdalam keterangan saksi untuk memastikan apa penyebab sebenarnya,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Penanganan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Polairud Polda Kalteng. Sejauh ini, polisi telah memeriksa empat orang saksi, terdiri dari satu karyawan doking bagian inventaris dan tiga nelayan yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga terjadi saat Kapal LCT Perigi Raya tengah melakukan suplai bahan bakar minyak (BBM) ke TB Kalindo 1 yang berada di dok. Dalam kondisi hujan, kapal tersebut diduga tersambar petir hingga memicu ledakan. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke kapal TB Batara 7. Saat kejadian, LCT Perigi Raya diketahui masih membawa muatan sekitar 30 kiloliter BBM.
Meski demikian, polisi belum menetapkan penyebab pasti dan masih membuka kemungkinan lain. Proses penyelidikan meliputi pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian, pendalaman prosedur operasional pengisian BBM, hingga analisis faktor cuaca saat insiden berlangsung.
“Semua kemungkinan masih dalami penyidik, termasuk faktor alam maupun potensi kelalaian,” tegas Budi.
Dalam peristiwa tersebut, satu pekerja meninggal dunia, satu orang mengalami luka bakar, dan satu lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab kebakaran, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (sb)