Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Jam Belajar Tak Dikurangi, Ekstrakurikuler Justru Diperkuat

Redaksi 02-04-2026, 05:42 WIB 2 menit baca
Plt Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo
Plt Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pendidikan dengan memastikan tidak ada pengurangan jam belajar di seluruh satuan pendidikan. Kebijakan ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter siswa melalui peningkatan aktivitas sekolah, terutama di bidang ekstrakurikuler.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah.

Ia menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan proses pembelajaran tetap optimal dan tidak mengalami penurunan kualitas.

“Bapak Gubernur menginginkan tidak ada pengurangan jam belajar. Bahkan, kegiatan ekstrakurikuler justru harus diperluas dan dimasifkan agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh,” ujarnya pada Kamis (2/4/2026).

Menurut Reza, seluruh pihak di lingkungan pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan diminta untuk mematuhi kebijakan tersebut. Ia menekankan bahwa keberlangsungan jam belajar yang optimal merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi memastikan bahwa dukungan anggaran untuk sektor pendidikan tetap dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal ini menjadi dasar kuat bahwa tidak ada alasan bagi sekolah untuk mengurangi jam belajar siswa.

“Alokasi anggaran pendidikan masih memadai. Jadi, hak siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan yang maksimal harus tetap dipenuhi tanpa pengurangan waktu belajar,” jelasnya.

Lebih lanjut, kebijakan ini juga mencakup larangan pengurangan hari belajar, termasuk wacana penambahan hari libur atau penerapan pembelajaran daring secara penuh. Pemerintah daerah menilai bahwa sistem pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling efektif dalam mendukung perkembangan siswa.

“Secara teknis, pembelajaran daring sebenarnya memungkinkan. Namun, Bapak Gubernur tidak menginginkan hal itu diterapkan secara penuh. Pembelajaran tetap harus dilakukan secara tatap muka,” tegas Reza.

Ia menambahkan, interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki peran krusial, tidak hanya dalam penyampaian materi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, disiplin, serta nilai-nilai sosial yang sulit tergantikan oleh sistem pembelajaran berbasis online.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kualitas pendidikan di wilayahnya terus meningkat secara menyeluruh baik dari aspek akademik maupun pembinaan karakter generasi muda. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard