Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Pemkab Kapuas Gelar Tradisi Banama Hai dan Ngarunya

Redaksi 06-04-2026, 08:11 WIB 2 menit baca
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno bersama unsur Forkopimda turut mengikuti prosesi Ngarunya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Senin (6/4/2026). FOTO: FADLI/SB
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno bersama unsur Forkopimda turut mengikuti prosesi Ngarunya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Senin (6/4/2026). FOTO: FADLI/SB

SB, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar rangkaian adat budaya bertajuk Banama Hai dan Ngarunya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas, Senin (6/4/2026).

Prosesi Banama Hai diawali dari Pelabuhan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, dengan iring-iringan kapal yang bergerak menuju Pelabuhan KP3. Sepanjang perjalanan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, nuansa adat begitu kental terasa dengan keterlibatan tokoh adat, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya prosesi.

Tradisi yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Laluhan ini merupakan ritual adat yang sarat makna. Arak-arakan kapal besar berangkat dari kawasan Huma Betang Sei Pasah menuju Pelabuhan KP3, dengan Bupati Kapuas H. M. Wiyatno bersama unsur Forkopimda turut mengikuti prosesi di atas kapal.

Setibanya di Pelabuhan KP3, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah tradisi, seperti putaran kapal sebagai simbol penghormatan, hingga interaksi budaya antara rombongan kapal dan masyarakat di daratan yang mencerminkan kebersamaan dan kegembiraan. Suasana semakin meriah dengan kegiatan “perang air” di sungai yang melibatkan pejabat daerah dan masyarakat.

Setelah rangkaian di dermaga selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi adat lainnya seperti Lawang Sakepeng dan tarian tradisional. Selanjutnya, acara ramah tamah dilanjutkan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas dengan ritual Potong Pantan dan Ngarunya.

Prosesi Ngarunya dipimpin oleh Damang Kepala Adat bersama tokoh agama Hindu Kaharingan, sebagai bentuk doa memohon perlindungan kepada Tuhan agar daerah dijauhkan dari berbagai marabahaya.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus wujud keharmonisan masyarakat Kapuas yang hidup rukun dan kondusif.

Bupati Kapuas dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan adat seperti Banama Hai merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga merupakan budaya yang harus dilestarikan serta menjadi sarana promosi pariwisata agar budaya Dayak Ngaju semakin dikenal luas,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap nilai-nilai budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. (hms/f4) 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard