Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Antisipasi Musim Kemarau, Kalteng Perkuat Strategi Cegah Karhutla

Redaksi 08-04-2026, 03:33 WIB 2 menit baca
Kadis Kehutanan, Agustan Saining menghadiri Rakor Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta. (FOTO:ISTIMEWA)
Kadis Kehutanan, Agustan Saining menghadiri Rakor Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, JAKARTA – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Rapat yang berlangsung di Aula Lantai 2 Plaza Kuningan Menara Selatan, kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) itu dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH. Pertemuan tersebut membahas kesiapan nasional menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat seiring mendekatnya musim kemarau.

Dalam forum tersebut, Agustan memaparkan berbagai langkah yang telah dan sedang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menekan risiko karhutla, khususnya di wilayah rawan.

“Koordinasi pusat dan daerah jadi krusial, terutama untuk menyamakan langkah di lapangan. Kami di Kalteng fokus pada patroli rutin, pemantauan hotspot, dan edukasi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan patroli lapangan menjadi salah satu strategi utama untuk mencegah kebakaran sejak dini. Selain itu, penguatan sistem deteksi dini juga terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pemantauan titik panas (hotspot).

Menurutnya, pendekatan preventif melalui edukasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas, terutama di desa-desa yang berada di kawasan rawan karhutla.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat luas, baik bagi lingkungan maupun kesehatan,” katanya.

Agustan juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengendalian karhutla. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat, sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan.

“Pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat sebagai garda terdepan di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, penggunaan teknologi dalam pemantauan wilayah rawan kebakaran kini mulai dioptimalkan untuk mempercepat respons apabila terdeteksi titik panas, terutama di daerah yang sulit dijangkau secara langsung.

Rakor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyatukan strategi nasional menghadapi ancaman karhutla yang hampir setiap tahun terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Diharapkan, dengan kesiapan yang lebih matang, risiko kebakaran dapat ditekan dan dampaknya bisa diminimalisir. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard