Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Maryani Sabran Soroti Ancaman Abrasi dan Banjir, Dorong Mangrove dan Pembangunan Kanal di Kobar

Redaksi 09-04-2026, 11:45 WIB 2 menit baca
Maryani Sabran
Maryani Sabran

SB, PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Maryani Sabran, menyoroti dua persoalan krusial yang dihadapi masyarakat pesisir dan petani di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yakni ancaman abrasi pantai dan banjir yang merusak lahan pertanian.

Hal ini disampaikannya usai melaksanakan reses di wilayah Kobar, di mana ia menemukan sejumlah persoalan mendesak yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Maryani menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang masuk wilayah konservasi seperti perairan Sabuai di Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai. Ia menilai, upaya perlindungan pantai harus terus diperkuat melalui program penanaman mangrove.

“Penanaman mangrove ini sangat penting untuk menahan gelombang air laut dan meminimalisir abrasi di wilayah pesisir,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, hutan mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami yang mampu menjaga garis pantai dari ancaman erosi. Selain itu, keberadaan mangrove juga berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem laut serta menjadi habitat bagi berbagai biota.

Di sisi lain, Maryani juga menyoroti persoalan di sektor pertanian, khususnya yang dialami masyarakat Desa Kumpai Batu Bawah. Ia mengungkapkan, banjir yang kerap terjadi telah menjadi ancaman serius bagi hasil pertanian warga.

Untuk itu, ia mendorong pembangunan infrastruktur pengairan berupa kanal yang terhubung langsung ke laut sebagai solusi jangka panjang.

“Di sektor pertanian, masyarakat membutuhkan pembangunan kanal menuju laut. Ini penting untuk mengantisipasi banjir yang sering merusak lahan pertanian,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kanal bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan langkah strategis untuk melindungi mata pencaharian masyarakat. Dengan adanya saluran pembuangan air yang memadai, genangan air dapat dialirkan ke laut sehingga lahan pertanian tetap produktif.

“Pembangunan kanal ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak banjir yang kerap mengganggu lahan pertanian masyarakat,” pungkasnya.

Melalui perhatian terhadap dua sektor ini lingkungan dan pertanian, Maryani berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret guna menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan pedesaan. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard