Dokter Asal Sampit Bersinar, Titik Setiyowati Satukan Ilmu dan Pengabdian
SB, SAMPIT – Peringatan Hari Kartini tahun ini terasa lebih istimewa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sosok Dr. Titik Setiyowati, SE., M.Si hadir sebagai representasi perempuan daerah yang mampu menorehkan prestasi akademik gemilang sekaligus berkontribusi nyata dalam pelayanan publik.
Perempuan kelahiran Sampit, 3 Januari 1981 ini sukses meraih gelar doktor pada 2024 melalui Program Ilmu Lingkungan di Universitas Palangka Raya. Ia lulus dengan predikat summa cum laude dan mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00, sekaligus dinobatkan sebagai lulusan terbaik.
Dalam disertasinya, Titik mengangkat isu strategis terkait kualitas layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Kotim, khususnya studi kasus pada unit Bagendang. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya peningkatan mutu layanan air bersih sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Kualitas layanan harus terus ditingkatkan agar berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Di luar dunia akademik, Titik dikenal sebagai aparatur sipil negara yang menjabat Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup di Dinas Lingkungan Hidup Kotim. Ia juga memegang peran penting sebagai pimpinan Satuan Tugas Kebakaran Hutan, posisi strategis dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan.
Menurutnya, perpaduan antara ilmu pengetahuan dan pengabdian merupakan kunci utama dalam menciptakan perubahan nyata. “Ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di teori, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya aktif di tingkat daerah, kiprah Titik juga menembus skala nasional. Ia tercatat sebagai satu-satunya perwakilan Kotim dalam Forum Silaturahmi Doktor Indonesia dan dipercaya sebagai anggota Departemen Ekonomi dan Infrastruktur.
Momentum Hari Kartini, lanjut Titik, menjadi pengingat penting bagi perempuan Indonesia untuk terus berkembang dan berani mengambil peran lebih besar.
“Perempuan harus berani bermimpi besar, terus belajar, dan mampu memberikan solusi. Pendidikan membuka wawasan, sementara pengabdian memberi makna dalam kehidupan,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa perempuan dari daerah memiliki peluang yang sama untuk sukses dan berprestasi.
“Dengan kerja keras, disiplin, dan keyakinan, perempuan daerah mampu bersaing dan membawa nama baik daerahnya,” pungkasnya.
Capaian dan dedikasi Dr. Titik Setiyowati menjadi bukti bahwa perempuan daerah tidak hanya mampu bersinar di bidang akademik, tetapi juga berperan penting dalam pembangunan dan pelayanan publik, melanjutkan semangat perjuangan Kartini di era modern. (f1/sb)