Lewati ke konten utama
Provinsi

Harga Bahan Pokok di PPM Sampit Naik, Pedagang Keluhkan Daya Beli Menurun

Redaksi 22-04-2026, 01:24 WIB 2 menit baca
Tampak para pedagang di PPM Sampit mengalami daya beli penurunan. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Tampak para pedagang di PPM Sampit mengalami daya beli penurunan. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Kenaikan harga bahan pokok mulai dirasakan di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah komoditas utama mengalami lonjakan harga yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Salah seorang pedagang sembako di PPM Sampit, Maria, mengungkapkan bahwa kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas beras dan gula pasir.

“Harga beras merek Dua Anak kemasan 5 kilogram sekarang di kisaran Rp88 ribu sampai Rp95 ribu,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Tak hanya itu, harga gula pasir juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram. Sementara beras jenis anak ayam kini dijual sekitar Rp90 ribu per 5 kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp85 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada beras lokal. Untuk jenis Siam Epang, harga saat ini mencapai Rp21 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp20 ribu. Menurut Maria, kondisi ini membuat sebagian pedagang terpaksa tidak lagi menjual beberapa jenis beras tertentu.

“Beberapa jenis beras lokal bahkan tidak kami jual lagi, seperti dari Banjar, karena harganya terlalu tinggi dan sulit laku,” jelasnya.

Maria menambahkan, lonjakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh pasokan, tetapi juga meningkatnya biaya pendukung seperti harga plastik kemasan. Kondisi tersebut semakin menekan pedagang di tengah menurunnya jumlah pembeli.

“Pembeli sekarang jauh berkurang, pasar jadi lebih sepi karena harga terus naik,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, terutama pada komoditas beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Selain itu, ia juga meminta agar pelaksanaan operasi pasar dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Harapannya pemerintah bisa benar-benar melihat kondisi di lapangan, terutama untuk harga beras,” pungkasnya.

Kenaikan harga bahan pokok ini menjadi perhatian serius, mengingat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, sementara kemampuan daya beli belum sepenuhnya pulih. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan intervensi guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar tradisional. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard