seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Kotim Resmikan Puskesmas Mentaya Seberang

by Redaksi - Tanggal 23-04-2026,   jam 03:02:03
Bupati Kotim, H Halikinnor potong pita tanda diresmikan Puskesmas Mentaya Seberat. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, meresmikan gedung baru Puskesmas Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotim sekaligus pembangunan fisik bidang kesehatan tahun anggaran 2025, Kamis (23/4/2026).

Halikinnor menegaskan, peresmian puskesmas tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Peresmian puskesmas ini bukan sekadar menambah gedung baru. Ini adalah komitmen pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan sampai ke tingkat kelurahan dan desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan ini sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama.

“Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Tanpa masyarakat yang sehat, tidak akan ada Kotim yang maju dan mandiri,” tegasnya.

Menurutnya, Puskesmas Mentaya Seberang dirancang dengan konsep Integrasi Layanan Primer (ILP), yang menggabungkan seluruh layanan kesehatan dalam satu siklus, mulai dari promotif hingga kuratif.

“Mulai dari bayi sampai lansia, semua terdata, terpantau, dan terlayani dalam satu sistem layanan,” jelas Halikinnor.

Ia juga memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk pemeriksaan ibu hamil, imunisasi balita, hingga pemantauan penyakit tidak menular.

Pemkab Kotim juga mencanangkan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Halikinnor meminta jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas aktif melakukan pelayanan jemput bola hingga ke desa.

Selain itu, ia mengajak sektor swasta untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam pemenuhan fasilitas kesehatan dan penanganan stunting.

“Dunia usaha kami harapkan ikut berperan, karena kesehatan masyarakat juga menjadi investasi bagi keberlanjutan usaha,” tutupnya. (f1/sb)