Lewati ke konten utama
HUKUM

Bendahara Desa di Kotim Hilang Usai Ambil Rp1,4 Miliar, Mobil Ditemukan Rusak di Baamang

Redaksi 24-04-2026, 09:39 WIB 1 menit baca
Pemerintah Desa Bandar Agung bersama Koperasi Harapan Makmur melaporkan hilangnya bendahara desa berinisial AS. (FOTO:ISTIMEWA)
Pemerintah Desa Bandar Agung bersama Koperasi Harapan Makmur melaporkan hilangnya bendahara desa berinisial AS. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Misteri hilangnya bendahara Desa Bandar Agung, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), berinisial AS, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian. AS dilaporkan menghilang setelah mengambil uang tunai sebesar Rp1,4 miliar milik Koperasi Harapan Makmur.

Laporan resmi disampaikan oleh Pemerintah Desa Bandar Agung bersama pihak koperasi ke Polsek Baamang pada Kamis (23/4/2026) malam, setelah keberadaan AS tak diketahui sejak pagi.

Kepala Desa Bandar Agung, Slamet Harianto, mengungkapkan bahwa kecurigaan muncul saat AS tidak kunjung kembali ke desa usai perjalanan dari Sampit.

“Sejak pagi hingga malam kami mencoba mencari dan menghubungi yang bersangkutan, namun tidak berhasil. Akhirnya kami melapor ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Peristiwa ini bermula ketika AS bersama rombongan koperasi berangkat ke Sampit untuk mengambil dana Sisa Hasil Kebun (SHK) di salah satu bank. Dana tersebut rencananya akan dibagikan kepada anggota koperasi.

Namun dalam perjalanan pulang, AS justru menghilang tanpa kabar. Upaya pencarian yang dilakukan rekan-rekannya tidak membuahkan hasil.

“Ketika kami kembali ke Sampit untuk mencari, hasilnya nihil. Justru saat hendak pulang, kami menemukan mobil yang digunakan AS terparkir di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 9 dalam kondisi rusak parah,” jelas Slamet.

Penemuan kendaraan tersebut semakin menambah tanda tanya besar terkait nasib AS dan keberadaan uang miliaran rupiah yang dibawanya.

Hingga kini, motif di balik kejadian tersebut masih belum diketahui. Pihak desa tidak menutup kemungkinan adanya unsur tindak pidana, termasuk dugaan perampokan.

“Uang yang dibawa mencapai Rp1,4 miliar. Kami berharap kasus ini segera terungkap,” tegasnya.

Saat ini, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap fakta di balik hilangnya AS, sekaligus menelusuri keberadaan dana tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi agar segera melapor untuk membantu proses pengungkapan kasus. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard