Lewati ke konten utama
Provinsi

Ketua Komisi II DPRD Kotim Diperiksa Polda Kalteng, Dicecar 32 Pertanyaan

Redaksi 24-04-2026, 09:42 WIB 1 menit baca
Akhyannoor
Akhyannoor

SB, SAMPIT – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Akhyannoor, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah, Kamis (23/4/2026).

Akhyannoor mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk pemenuhan panggilan penyidik dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Komisi II yang membidangi sektor koperasi dan perkebunan.

“Penyidik menanyakan secara umum terkait tugas dan fungsi Komisi II, khususnya yang berhubungan dengan koperasi dan perkebunan,” ujarnya kepada wartawan usai pemeriksaan.

Dalam proses tersebut, Akhyannoor mengungkapkan dirinya menerima total 32 pertanyaan dari penyidik. Ia menegaskan seluruh jawaban disampaikan secara terbuka sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

“Saya menjawab apa adanya, sesuai yang saya ketahui. Tidak lebih dan tidak kurang,” tegasnya.

Pemeriksaan berlangsung cukup lama dan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.40 WIB, kemudian dilanjutkan pada pukul 13.20 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Akhyannoor juga menegaskan sikap kooperatifnya selama menjalani pemeriksaan. Ia mengaku pengalaman ini menjadi yang pertama kalinya dalam proses hukum.

“Saya hadir memenuhi panggilan dan berusaha kooperatif. Ini juga pengalaman pertama saya diperiksa dalam konteks seperti ini,” ucapnya.

Terkait isu yang berkembang di masyarakat, Akhyannoor mengaku tidak mengetahui adanya keterkaitan antara KSO Agrinas dengan pihak koperasi, termasuk dugaan maladministrasi maupun gratifikasi.

“Saya tidak tahu-menahu soal KSO Agrinas bersama koperasi, apalagi jika dikaitkan dengan maladministrasi atau gratifikasi,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak penyidik belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara yang sedang ditangani, termasuk aliran dana maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.

Meski demikian, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak termasuk unsur DPRD menunjukkan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan dan cakupannya semakin meluas. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard