Tampak suasana disalah satu toko emas di Kota Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Di tengah tekanan kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok, harga perhiasan emas di Sampit justru terpantau stabil dan masih diminati masyarakat sebagai instrumen investasi.
Salah satu pedagang perhiasan emas di PPM Sampit, Muliana Sari, mengatakan bahwa harga emas saat ini relatif stabil, meskipun sebelumnya sempat mengalami kenaikan akibat konflik di Timur Tengah.
“Sekarang sudah stabil, dan dampak kenaikan BBM juga belum terlalu terasa ke harga perhiasan,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, pergerakan harga emas sangat dipengaruhi oleh nilai tukar dolar Amerika Serikat serta kondisi rupiah.
Ketika dolar menguat, harga emas cenderung mengalami penurunan. Namun, jika rupiah melemah, harga emas di dalam negeri tetap bisa berada di level tinggi.
“Kalau dolar naik biasanya emas turun, tapi kalau rupiah melemah, harga emas di Indonesia bisa tetap tinggi,” jelasnya.
Muliana menambahkan, emas dengan kadar 24 karat atau emas 999 masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dianggap lebih aman untuk investasi jangka panjang.
“Emas 24 karat masih paling diminati, karena nilainya lebih stabil untuk investasi,” tambahnya.
Adapun harga emas di PPM Sampit saat ini bervariasi berdasarkan kadar, yakni:
* Emas 999 (24 karat): Rp2.600.000 per gram
* Emas 750 (17 karat): Rp2.150.000 per gram
* Emas 700 (16 karat): Rp2.000.000 per gram
* Emas 420 (9 karat): Rp1.200.000 per gram
* Emas 375 (8 karat): Rp1.150.000 per gram
Sementara itu, untuk emas batangan, harga emas Antam berada di kisaran Rp3.000.000 per gram dan UB5 sekitar Rp2.900.000 per gram.
Dengan kondisi harga yang relatif stabil, emas masih menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi. (f1/sb)