Lewati ke konten utama
Lamandau

Solar Subsidi Langka, Truk Sawit Terpaksa Parkir, Sopir : Mau Kerja Pakai Apa

Redaksi 29-04-2026, 11:52 WIB 1 menit baca
Truk yang parkir karena tidak bisa mendapatkan bahan bakar. FOTO: BAYU/SB
Truk yang parkir karena tidak bisa mendapatkan bahan bakar. FOTO: BAYU/SB

SB, NANGA BULIK – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi mulai dirasakan para sopir truk angkutan sawit di Kabupaten Lamandau. Kondisi ini bahkan memaksa sebagian armada berhenti beroperasi karena kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk bekerja, pada Rabu(29/4/2026) 

Salah satu sopir, Antok (38), warga Desa Sumber Mulya, Kecamatan Bulik, mengaku saat ini lebih banyak memarkirkan truknya di rumah. Ia menyebut kondisi tersebut tidak hanya dialaminya sendiri, tetapi juga rekan-rekan sesama sopir.

"Truk sekarang lebih banyak parkir di rumah. Bukan cuma saya, beberapa teman juga sama, armadanya tidak jalan karena sulit dapat solar subsidi," keluhnya.

Menurut Antok, jika kondisi ini terus berlanjut, para sopir akan kehilangan mata pencaharian. Ia mempertanyakan bagaimana mereka bisa bekerja jika bahan bakar sebagai kebutuhan utama justru sulit didapatkan.

"Kalau seperti ini terus, kami mau kerja pakai apa? Kalau menganggur angsuran truk mau dibayar pake apa selain itu truk juga bisa rusak," ujarnya.

Selain langka, harga solar di tingkat pengecer juga disebut melonjak. Antok mengungkapkan, harga solar di kios-kios eceran saat ini mencapai Rp16.500 per liter, namun ketersediaannya tetap tidak menentu.

"Di pengecer harganya sudah tinggi, sekitar Rp16.500 per liter, tapi barangnya sering tidak ada," tambahnya.

Para sopir berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini. Mereka meminta distribusi solar subsidi diperbaiki agar kembali lancar dan mudah diakses oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Antok berharap kondisi ini segera membaik agar para sopir bisa kembali bekerja seperti biasa tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar.

"Kami hanya ingin bisa kerja normal lagi. Semoga solar subsidi bisa lebih mudah didapat," pungkasnya.(BY/SB)

 

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard