Lewati ke konten utama
HUKUM

Pamit Cari Kayu, Lansia 79 Tahun Hilang di Hutan Bukit Batu Palangka Raya

Redaksi 06-05-2026, 01:54 WIB 1 menit baca
Tim gabungan ketika melakukan penyisiran lansia yang hilang di Hutan Bukit Batu Palangka Raya, Selasa (5/5/2026) malam. (FOTO:ISTIMEWA)
Tim gabungan ketika melakukan penyisiran lansia yang hilang di Hutan Bukit Batu Palangka Raya, Selasa (5/5/2026) malam. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Seorang lansia bernama Endang Suarman (79) dilaporkan hilang di kawasan hutan Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat.

Peristiwa ini bermula saat korban pamit kepada keluarga untuk mencari kayu sejak pagi hari. Namun hingga sore, korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.

Kabar hilangnya lansia tersebut langsung direspons cepat oleh tim relawan dan aparat gabungan. Proses pencarian pun segera dilakukan dengan menyisir area hutan yang cukup luas dan lebat.

Kabag Ops Emergency Response Palangka Raya (ERP), Yustinus Exaudi, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah menerima laporan orang hilang tersebut.

“Kami segera berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mempercepat proses pencarian di lapangan,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas Palangka Raya, Polsek dan Koramil Bukit Batu, BPBD Kota Palangka Raya, Damkar Dishut Kalteng, hingga masyarakat setempat.

Tim gabungan melakukan penyisiran secara bertahap dengan fokus pada titik-titik yang diduga menjadi jalur aktivitas korban saat masuk ke hutan.

Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Medan hutan yang lebat serta minimnya penerangan menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.

“Faktor usia korban dan kondisi medan menjadi perhatian utama. Tim harus ekstra hati-hati saat melakukan pencarian,” jelas Yustinus.

Selain itu, kondisi cuaca juga sempat menjadi kendala. Pencarian pada hari pertama hanya dapat dilakukan hingga pukul 23.00 WIB karena hujan yang turun di lokasi.

“Kami tetap berupaya maksimal dan akan melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan,” tegasnya.

Hingga saat ini, keberadaan korban masih belum diketahui. Seluruh tim gabungan masih siaga dan terus melakukan penyisiran untuk menemukan lansia tersebut. (rk/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard