DPRD Kalteng Tekankan Pemerataan Pendidikan hingga Pelosok
SB, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan serta peningkatan kualitas tenaga pendidik, khususnya di wilayah pelosok.
Junaidi menegaskan, Hardiknas tidak boleh hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalam memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.
“Peringatan Hardiknas ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan. Masih ada tantangan yang perlu kita selesaikan, terutama di daerah pelosok,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Ia mengatakan, pembangunan sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di tengah perkembangan zaman dan tantangan global yang semakin kompleks.
Namun demikian, hingga saat ini ketimpangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman di Kalimantan Tengah dinilai masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Junaidi menilai pemerintah daerah harus terus memperkuat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan agar seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan merata.
Selain infrastruktur pendidikan, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik sebagai ujung tombak dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Peningkatan kualitas guru harus menjadi perhatian serius. Dengan tenaga pendidik yang kompeten, maka kualitas pendidikan kita juga akan ikut meningkat,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas guru yang baik akan berdampak langsung terhadap mutu pembelajaran dan pembentukan karakter generasi muda di masa depan.
Karena itu, DPRD Kalteng berharap momentum Hardiknas 2026 mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan di Bumi Tambun Bungai.
“Kita berharap pendidikan di Kalteng mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (sb/*)