Lewati ke konten utama
DPRD Kalteng

Jalan Desa Ramang Nyaris Putus, DPRD Kalteng Minta Penanganan Segera

Redaksi 21-05-2026, 06:11 WIB 2 menit baca
Anggota DPRD Kalteng, Freddy Ering
Anggota DPRD Kalteng, Freddy Ering

SB, PALANGKA RAYA – Ancaman putusnya akses jalan di Desa Ramang menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Freddy Ering. Kondisi badan jalan yang mengalami longsor disebut semakin mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah daerah agar tidak menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.

 

Kerusakan jalan tersebut disampaikan langsung warga saat kegiatan reses di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V. Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu hingga akses utama desa benar-benar terputus sebelum melakukan perbaikan.

 

“Warga meminta pemerintah segera menangani jalan desa yang longsor karena dikhawatirkan bisa putus total,” kata Freddy.

 

Menurutnya, infrastruktur jalan desa memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas masyarakat. Jika akses utama terganggu, maka distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga akan ikut terhambat. Selain itu, kerusakan jalan juga berdampak pada kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.

 

Freddy menilai persoalan infrastruktur di pedesaan harus menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama untuk wilayah yang akses jalannya sudah mengalami kerusakan berat. Ia mengingatkan, keterlambatan penanganan dapat memperbesar risiko kerusakan dan meningkatkan biaya perbaikan di kemudian hari.

 

“Jangan sampai masyarakat kesulitan beraktivitas karena akses jalan tidak lagi bisa dilalui. Ini harus segera mendapat perhatian serius,” tegasnya.

 

Selain menyoroti kondisi jalan di Desa Ramang, Freddy juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat dari desa lainnya selama kegiatan reses. Di Desa Bawan, warga mengusulkan peningkatan kualitas jalan desa yang dinilai sudah tidak memadai.

 

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta bantuan hibah untuk renovasi rumah ibadah serta balai pertemuan warga. Menurut Freddy, keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama sehingga sejumlah fasilitas umum belum dapat diperbaiki secara maksimal.

 

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui program pembangunan maupun bantuan anggaran agar kebutuhan dasar masyarakat di pedesaan bisa terpenuhi.

 

Freddy menambahkan, pemerataan pembangunan hingga ke wilayah desa sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

“Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi masyarakat dan mempercepat pembangunan desa,” pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard