Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Minta Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini

Redaksi 01-06-2026, 12:23 WIB 2 menit baca
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah ketika menghadiri apel memperingati Hari Lahir Pancasila. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah ketika menghadiri apel memperingati Hari Lahir Pancasila. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menilai peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurut Riskon, pesan yang disampaikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila menegaskan bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Terkait pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah, ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan,” ujar Riskon, Senin (1/6/2026).

Ia menilai perlu adanya upaya lebih serius untuk membekali peserta didik dengan pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, konsep penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang pernah diterapkan pada masa lalu dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

“Dulu ada penataran P4 yang memberikan ruang bagi seluruh satuan pendidikan untuk membekali anak-anak didik agar memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Ini bisa menjadi referensi untuk memperkuat pendidikan karakter saat ini,” katanya.

Riskon mengakui perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era globalisasi menjadi tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, tanpa bekal yang kuat terhadap nilai-nilai Pancasila, kemajuan teknologi justru dapat menjadi bumerang bagi generasi muda.

“Nilai-nilai Pancasila mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, hingga Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia harus benar-benar ditanamkan. Terutama nilai moral yang saat ini menghadapi banyak tantangan,” ungkapnya.

Ia menyoroti berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja, seperti perundungan (bullying), kasus kekerasan dan pelecehan seksual, hingga penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi indikator melemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Sekarang kita melihat masih banyak kasus bullying, kasus seksual di kalangan remaja maupun lingkungan pendidikan, serta penyalahgunaan narkoba. Harapannya momentum Hari Lahir Pancasila ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperkuat pendidikan karakter sehingga persoalan-persoalan tersebut dapat ditekan,” tegasnya.

Olehnya itu pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Pendidikan untuk memberikan ruang yang lebih luas dalam kurikulum maupun kegiatan pembelajaran guna memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.

“Generasi muda yang saat ini duduk di bangku sekolah adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus dibekali dengan nilai-nilai Pancasila agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard