Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

RSUD dr Murjani Siapkan SIPENYANG, Percepat Penanganan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kotim

Redaksi 25-06-2026, 03:04 WIB 1 menit baca
RSUD dr Murjani Siap luncurkan SIPENYANG
RSUD dr Murjani Siap luncurkan SIPENYANG

SB, SAMPIT - Kondisi geografis Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang luas dengan sejumlah wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan menjadi tantangan dalam upaya penyelamatan ibu hamil dan bayi. Untuk menjawab tantangan tersebut, RSUD dr Murjani Sampit segera menghadirkan inovasi digital bernama SIPENYANG (Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi).

Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengatakan keselamatan ibu dan bayi membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terintegrasi. Namun, di lapangan masih ditemukan berbagai kendala, mulai dari keterlambatan deteksi risiko kehamilan, proses rujukan yang belum optimal, hingga belum terintegrasinya informasi layanan kesehatan.

“Di wilayah dengan tantangan geografis, setiap menit menjadi sangat berarti. Keterlambatan informasi dapat berdampak pada keterlambatan keputusan yang sangat menentukan keselamatan nyawa ibu dan jabang bayi,” ujar dr Yulia, Kamis (26/6/2026).

Menurutnya, pelayanan kesehatan saat ini tidak cukup hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit. Diperlukan sistem yang mampu mendeteksi risiko sejak dini, menghubungkan seluruh fasilitas kesehatan, serta mempercepat proses rujukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Melalui SIPENYANG, seluruh proses rujukan, pemantauan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan nantinya dapat dilakukan secara real-time. Sistem ini juga dilengkapi fitur peringatan dini bagi pasien berisiko tinggi sehingga tim medis RSUD dr Murjani dapat segera melakukan pemantauan, memberikan arahan, serta menyiapkan pelayanan sebelum pasien tiba di rumah sakit.

“Sipenyang bukan sekadar aplikasi, tetapi sebuah gerakan perubahan tata kelola rujukan untuk mendukung program nasional penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi,” tegasnya.

Kehadiran SIPENYANG diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kotim, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas, sehingga keselamatan ibu dan bayi dapat lebih terjamin. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard