Fasilitas umum milik Pemerintah Kabupaten Lamandau yang dirusak oknum. FOTO: BAYU/SB
SB, NANGA BULIK– Pemerintah Kabupaten Lamandau menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan perusakan terhadap salah satu ikon daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Lamandau.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lamandau, Irwansyah, saat di konfirmasi oleh awal media menegaskan bahwa fasilitas dan ikon daerah seharusnya dijaga serta dipelihara bersama sebagai aset yang merepresentasikan identitas dan kebanggaan masyarakat.
"Kami sangat prihatin dan menyayangkan atas kejadian itu. Semestinya ikon tersebut kita jaga dan pelihara dengan baik," ujar Irwansyah.
Menurutnya, pihak pemerintah masih berharap pelaku memiliki kesadaran untuk mengakui perbuatannya dan bertanggung jawab dengan memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkan.
Ia menegaskan, apabila tidak ada itikad baik dari pihak yang bertanggung jawab, maka pemerintah daerah akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Semoga yang melakukan sadar dan mengakui perbuatannya serta bersedia memperbaikinya. Apabila tidak, tentu ada langkah lain yang akan diambil oleh pemerintah daerah," tegasnya.
Lebih lanjut, Irwansyah mengingatkan bahwa perbedaan pendapat, pandangan maupun kepentingan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh dilampiaskan dengan tindakan yang merugikan fasilitas umum atau simbol daerah.
"Perbedaan itu adalah keniscayaan. Namun jangan melampiaskan perbedaan, kekesalan, atau apapun itu namanya dengan cara-cara yang kurang elok. Datanglah, duduk bersama, dan komunikasikan dengan baik," katanya.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamandau di bawah kepemimpinan saat ini terus membuka ruang dialog bagi seluruh masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat 'Cinta Lamandau' yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat daerah dalam keberagaman.
"Pimpinan kita sudah mengajak melalui tagline 'Cinta Lamandau'. Artinya kita rawat bersama daerah ini dalam keberagaman yang ada. Tempat kerja terbuka, bahkan rumah jabatan bupati selalu siap menerima aspirasi seluruh masyarakat Lamandau sebagai implementasi dari semangat 'Bahaum Bakuba'," pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas umum serta ikon daerah sebagai wujud kecintaan terhadap Lamandau.(BY/SB)