seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ribuan Warga Serbu Bubur Asyura Gratis, 5.000 Ludes Dibagikan

by Redaksi - Tanggal 25-06-2026,   jam 05:07:50
Panitia pembagian bubur asyura terlihat sibuk saat ribuan warga sedang antre mendapatkan bubur. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Panitia pembagian bubur asyura terlihat sibuk saat ribuan warga sedang antre mendapatkan bubur. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Tradisi pembagian Bubur Asyura kembali menjadi magnet bagi masyarakat Kota Sampit pada peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Kamis (25/6/2026). Ribuan warga memadati kawasan depan Wisata Ikon Jelawat untuk mendapatkan bubur khas yang dibagikan secara gratis.

Sejak siang hari, antrean warga terlihat mengular di sekitar Masjid Kota Almadinatul Mubarokah, Jalan Iskandar. Mereka datang membawa berbagai wadah, mulai dari mangkuk, piring, ember kecil hingga toples berukuran besar untuk membawa pulang Bubur Asyura.

Tradisi tahunan ini digelar oleh Grup Burdah Al Banjari dan Dalaillunnisa Al Banjari sebagai bentuk syukur sekaligus sarana berbagi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah tahun ini kami kembali bisa melaksanakan pembagian Bubur Asyura untuk masyarakat. Siapa saja boleh mengambil, tidak ada batasan,” kata panitia pelaksana, Nana.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 150 kilogram beras digunakan untuk memasak Bubur Asyura tahun ini. Bubur tersebut dipadukan dengan puluhan bahan pelengkap, termasuk daging ayam dan daging sapi.

Yang membuat Bubur Asyura berbeda dari bubur biasa adalah penggunaan sekitar 41 jenis sayuran dan bahan makanan lainnya yang telah menjadi ciri khas tradisi turun-temurun masyarakat.

“Bahan yang digunakan sekitar 41 macam. Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan memiliki makna agar kita dijauhkan dari berbagai musibah dan bala,” jelas Nana.

Menurutnya, tradisi memasak Bubur Asyura bukan sekadar kegiatan kuliner, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus dijaga setiap tahun.

Tahun ini panitia memperkirakan lebih dari 5.000 porsi Bubur Asyura dibagikan kepada masyarakat. Seluruh biaya kegiatan berasal dari swadaya dan dana pribadi anggota Grup Burdah Al Banjari dan Dalaillunnisa Al Banjari.

Di tengah ramainya aktivitas warga di kawasan Ikon Jelawat, pembagian Bubur Asyura kembali menghadirkan suasana penuh kehangatan. Tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun itu menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kebersamaan masih terus hidup di tengah masyarakat Sampit.

“Harapan kami tradisi ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat setiap tahunnya,” pungkas Nana. (f1/sb)