Zainuddin
SB, SAMPIT – Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainuddin meminta pemerintah daerah segera menata ulang peron pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sekaligus memperbarui data petani sawit mandiri secara menyeluruh.
Menurutnya, penataan peron perlu dibarengi dengan pemeriksaan serta tera ulang timbangan yang digunakan para pengepul guna mencegah kerugian di tingkat petani.
“Masih ada keluhan terkait selisih timbangan saat petani menjual hasil panen. Ini harus menjadi perhatian agar petani tidak dirugikan,” kata Zainuddin, Rabu (25/6/2026).
Ia menjelaskan, peron yang berada di bawah pengawasan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) perlu didata ulang, mulai dari jumlah yang beroperasi, status perizinan, hingga kelayakan alat timbang yang digunakan.
Zainuddin menilai verifikasi menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan seluruh peron mematuhi aturan dan menggunakan timbangan yang sesuai standar.
Selain itu, ia juga menyoroti belum tersedianya data lengkap mengenai petani sawit mandiri di Kotim. Padahal, informasi terkait jumlah petani, luas lahan, dan persebaran kebun sawit rakyat dinilai sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan yang tepat.
“Database petani sawit mandiri akan memudahkan pemerintah dalam menyusun program pembinaan, perlindungan, dan pengembangan sektor perkebunan secara lebih efektif,” ujarnya.
Dengan data yang akurat, lanjutnya, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai kondisi dan kebutuhan petani di lapangan. (f1/sb)