seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

S&P Tetap Percaya Ekonomi RI, Peringkat Kredit Indonesia Bertahan di Level BBB

by Redaksi - Tanggal 14-07-2026,   jam 14:11:00
OJK OJK

SB, JAKARTA – Di tengah gejolak ekonomi global yang masih penuh tantangan, Indonesia kembali mendapat sentimen positif dari lembaga pemeringkat internasional. Standard & Poor's (S&P) Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan Outlook Stabil.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut keputusan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, keputusan S&P menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sektor jasa keuangan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan Outlook Stabil menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Penilaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan dan melanjutkan reformasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Friderica, Selasa (14/7/2026).

Dalam kajiannya, S&P menilai ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang kuat. Kondisi tersebut didukung oleh permintaan domestik yang tetap solid, kebijakan fiskal yang hati-hati, serta kerangka kebijakan yang kredibel dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

OJK menilai, kepercayaan dari lembaga pemeringkat internasional tersebut tidak lepas dari berbagai upaya penguatan sektor keuangan yang terus dilakukan. Pengawasan berbasis risiko, pendalaman pasar keuangan, peningkatan tata kelola, hingga percepatan transformasi digital menjadi bagian dari strategi memperkuat industri jasa keuangan nasional.

Friderica menyebut, penguatan sektor keuangan juga menjadi kunci dalam memperluas kapasitas pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung agenda strategis Indonesia, mulai dari peningkatan investasi, transformasi ekonomi, hingga peningkatan daya saing nasional.

"Sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi stabil dengan dukungan permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang terjaga, serta intermediasi yang terus berkembang," jelasnya.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK memastikan akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta menciptakan iklim ekonomi yang mendukung pertumbuhan.

Dengan dipertahankannya peringkat kredit pada level BBB dan Outlook Stabil, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi dinamika global sekaligus menjaga kepercayaan pelaku pasar. (sb/*)