Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Yuas Elko Ikuti Rakor Inflasi Nasional Bahas Lonjakan Harga Pangan hingga DTSEN

Redaksi 14-07-2026, 14:54 WIB 1 menit baca
Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual. (FOTO:ISTIMEWA)
Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mewakili Gubernur Kalteng mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (13/7/2026).

Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengendalian inflasi, kenaikan harga ikan segar, progres Sensus Ekonomi 2026, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3, hingga evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Dalam arahannya, Tito mengingatkan tren inflasi nasional terus meningkat dalam tiga bulan terakhir. "Kita harus berusaha agar inflasi tidak menyentuh batas atas 3,5 persen agar tidak memberatkan masyarakat. Penyumbang utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman, tembakau, sektor transportasi, dan peralatan pribadi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut kenaikan harga sejumlah komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, beras, wortel, dan ikan segar menjadi penyumbang inflasi. Khusus harga ikan, kenaikan dipengaruhi meningkatnya harga solar dan kondisi cuaca yang kurang mendukung aktivitas penangkapan ikan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta seluruh pemerintah daerah mendukung pemutakhiran DTSEN agar bantuan sosial dan berbagai program pemerintah tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan pembaruan data sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan Kalteng pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,47 persen dengan komoditas penyumbang utama berupa beras, bensin, minyak goreng, ikan nila atau patin, serta cabai rawit. Rakor tersebut juga diikuti perwakilan Bank Indonesia, BPS Kalteng, serta perangkat daerah terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di daerah. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard