Dekan FISIP UPR Dukung PSN LNG Abadi Masela, Yakini Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia Timur
SB, PALANGKA RAYA – Optimisme Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, menyatakan proyek tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Dukungan itu sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan secara daring pada peletakan batu pertama (groundbreaking) PSN LNG Abadi Masela dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis. Presiden meyakini proyek energi tersebut akan menjadi salah satu motor penggerak kemajuan bangsa.
"Saya yakin proyek ini akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, pembangunan Blok Masela menjadi momentum penting setelah hampir tiga dekade dinantikan. Ia menegaskan proyek tersebut akan memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus memanfaatkan potensi minyak dan gas bumi di wilayah Tanimbar, Maluku, untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan nasional.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Bhayu menyatakan dukungannya terhadap pembangunan LNG Abadi Masela. Menurutnya, proyek berskala nasional itu tidak hanya meningkatkan kapasitas sektor energi, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, serta pengembangan infrastruktur di kawasan timur Indonesia.
"Saya mendukung pembangunan LNG Abadi Masela karena proyek ini memiliki nilai strategis bagi masa depan Indonesia. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, dan berkembangnya sektor-sektor ekonomi pendukung," kata Prof. Bhayu.
Ia menambahkan, keberhasilan proyek harus diikuti dengan komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan. "Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dari pembangunan. Peningkatan keterampilan tenaga kerja, transfer pengetahuan, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan seiring agar manfaat proyek ini dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan," tegasnya.
Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang diproyeksikan mampu meningkatkan produksi gas nasional, memperkuat ketahanan energi, menarik investasi bernilai besar, serta membuka ribuan lapangan kerja selama masa konstruksi maupun operasional. Pemerintah berharap proyek ini menjadi tonggak baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. (*)