seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Hadapi Ancaman El Nino 2026, Seranau Perkuat Pasukan dan Strategi Cegah Karhutla

by Redaksi - Tanggal 20-07-2026,   jam 13:26:24
Gelar Pasukan, Peralatan dan Menyusun Strategi bersama dalam menghadapi El Nino Godzilla Kecamatan Seranau. (FOTO:ISTIMEWA) Gelar Pasukan, Peralatan dan Menyusun Strategi bersama dalam menghadapi El Nino Godzilla Kecamatan Seranau. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino pada 2026, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penguatan tersebut ditandai dengan Apel Siaga Karhutla sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Seranau periode 2026–2029 yang digelar di Lapangan Sepak Bola SMP Negeri 5 Satu Atap Sampit, Desa Terantang, Senin (20/7/2026).

Kepala BPBD Kotim Multazam menegaskan, apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah memastikan kesiapan personel, peralatan, serta strategi penanganan apabila terjadi kebakaran.

"Tahun 2026 kita menghadapi tantangan berupa fenomena El Nino yang diprediksi membawa kekeringan ekstrem. Karena itu, deteksi dini dan respons cepat harus menjadi prioritas. Begitu ada titik api, segera dilakukan pemadaman agar tidak meluas," tegasnya.

Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, hingga masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga wilayah Kotim tetap aman selama musim kemarau.

Sementara itu, Camat Seranau Dwi Kushendro mengatakan, melalui MoU tersebut seluruh desa dan kelurahan berkomitmen membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan.

"Penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan saat musim kemarau. Harus menjadi gerakan bersama yang terencana dan didukung penganggaran desa secara rutin," ujarnya.

Kepala Desa Terantang Aswadi Syukur menyambut baik pelaksanaan apel siaga yang dipusatkan di wilayahnya. Ia memastikan pihak desa siap mendukung upaya pencegahan melalui sinergi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan berbagai pihak terkait.

"Kami berkomitmen menggerakkan seluruh sumber daya desa agar wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran, terutama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan cukup berat," katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Seranau, anggota DPRD Kotim, BPBD Kotim, TNI-Polri, Damang Kepala Adat, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Seranau, perwakilan perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan peralatan pemadam, termasuk mesin pompa air (alkon), serta penandatanganan MoU oleh seluruh kepala desa dan lurah sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di Kecamatan Seranau. (f1/sb)