SB, PALANGKA RAYA – Sungguh miris melihat kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Petuk Katimpun yang berjarak 17 kilometer dari pusat kota, justru lepas dari perhatian pemerintah.
Sekolah yang didirihan tahun 1963 tersebut jauh dari kata layak, karena siswa belajar ditengah keterbatasan fasilitas seperti kurangnya bangku dan meja siswa, perpustakaan pun sepertinya lama tidak diperhatikan karena terbengkalai dan buku-buku lusuh yang tidak bisa dipergunakan lagi.
Kepala Sekolah SDN 1 Pentuk Ketimpun, Lendang mengatakan, masalah yang dihadapi selalin keterbatasan fasilitas juga kurangnya tenaga pengajar atau pendidik, seperti 3 guru kelas, satu guru PJOK, 1 guru agama Islam dan 1 guru agama Kristen.
Bahkan sekarang ini, katanya, kondisi bangunan sekolah pun sangat memprihatinkan. Semua gedung termasuk ruang guru sudah harus diperbaiki. Bahkan ketika memasuki WC sekolah, sangat mengenaskan. Jalan menuju kelas cukup berbahaya bagi anak-anak karena jalan jembatan titian yang tinggi dan mulai dimakan usia sehingga sangat berisiko.
“Selain itu, permasalahan lainnya juga terjadi saat banjir. Para siswa terpaksa harus belajar dari rumah. Kondisi lapangan sekolah juga berada di bawah gedung yang setara dengan sungai, dengan tinggi sekolah mencapai kurang lebih 1,5 meter dan lantai depan hanya 1 meter. Hal ini sangat membahayakan jika anak-anak tidak berhati-hati saat keluar kelas dan dapat terjatuh dari tangga ke bawah,” terangnya.
Dia menyampaikan, sampai sekarang ini belum ada pemerintah datang, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya untuk memastikan kondisi seklah apakah masih layak atau tidak.
“Kami berharap dengan kedatangan wartawan untuk meliput kondisi sekolah ini nantinya pemerintah bisa memperhatikan, karena sampai saat ini belum ada perhatian pemerintah,” tegasnya.
Mirisnya lagi, pemerintah menerapkan Kurikulum Merdeka, namun sekolah tersebut tidak memiliki akses internet dan banyak mengalami kendala dari segi fasilitas maupun tenaga kerja.
“Kondisi ini semakin memperumit situasi di SDN 1 Pentuk Katimpun, sehingga dibutuhkan bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi sekolah tersebut dan memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di daerah ini,” tutunya. (aya/sb)