seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

BNPB Perkuat Dukungan, Kalteng Antisipasi Karhutla 2026

by Redaksi - Tanggal 31-07-2026,   jam 09:39:25
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengikuti rakor bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (FOTO:ISTIMEWA) Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengikuti rakor bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui rapat koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Jayang Tingang, Kamis (30/7/2026) malam.

Rakor tersebut dipimpin Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan dihadiri para bupati, wakil bupati, serta wali kota se-Kalimantan Tengah.

Gubernur Agustiar Sabran mengatakan penanganan karhutla memerlukan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BMKG, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat penanggulangan bencana.

Pemprov Kalteng, lanjutnya, telah memperkuat kesiapsiagaan melalui penyebaran informasi cuaca, supervisi ke daerah rawan karhutla, serta berbagai langkah mitigasi sejak dini.

Dalam kesempatan itu, Pemprov juga mengusulkan tambahan dukungan dari BNPB, antara lain pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, penambahan helikopter water bombing, mesin pompa jinjing, sumur bor, selang pemadam, hingga Dana Siap Pakai untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan.

"Kami berharap dukungan BNPB terus diperkuat agar pengendalian karhutla berjalan lebih terpadu, optimal, dan mampu mengurangi beban anggaran pemerintah daerah," ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap ancaman karhutla dengan menginstruksikan penguatan mitigasi sejak dini, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kesiapan armada helikopter pemadam.

Ia juga meminta pemerintah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi segera menetapkan status siaga darurat serta memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin, pemantauan titik panas berbasis teknologi, pembangunan sekat bakar, jalur hijau, hingga embung air.

Menurut Suharyanto, keberhasilan pengendalian karhutla hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor, luas lahan yang terdampak kebakaran di Kalimantan Tengah hingga saat ini mencapai 3.096,52 hektare. Penanganan karhutla didukung ribuan personel gabungan yang terdiri atas relawan binaan Dinas Kehutanan dan BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai unsur lainnya. (sb/*)