Cegah Siswa Bolos, DPRD Palangka Raya Dorong Sekolah Terapkan Absensi Digital Terhubung Orang Tua
SB, PALANGKA RAYA – Perkembangan teknologi dinilai dapat menjadi solusi untuk memperkuat pengawasan terhadap kedisiplinan peserta didik. Salah satunya melalui penerapan sistem absensi digital yang memungkinkan sekolah dan orang tua memantau kehadiran siswa secara lebih cepat dan efektif.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah, mendorong agar sekolah-sekolah mulai menerapkan absensi elektronik yang terintegrasi langsung dengan orang tua atau wali murid.
Menurut Dede, sistem tersebut tidak hanya mempermudah pencatatan kehadiran siswa, tetapi juga menjadi langkah pencegahan terhadap perilaku membolos yang masih menjadi perhatian dalam dunia pendidikan.
"Sudah saatnya sekolah memanfaatkan teknologi. Sistem absensi elektronik yang langsung terhubung ke orang tua akan membuat pengawasan lebih efektif dan dapat mencegah kasus siswa membolos," ujar Dede, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, dengan sistem absensi digital, orang tua dapat memperoleh informasi kehadiran anak secara langsung tanpa harus menunggu laporan dari sekolah. Dengan begitu, apabila siswa tidak hadir tanpa keterangan, orang tua bisa segera mengetahui dan mengambil langkah.
Dede menilai keterlibatan orang tua memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan anak. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri, karena pengawasan pendidikan juga membutuhkan dukungan keluarga di rumah.
"Ketika sekolah dan orang tua memiliki akses informasi yang sama, pengawasan terhadap anak akan lebih maksimal. Ini bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga membangun tanggung jawab dan kebiasaan disiplin sejak dini," katanya.
Selain meningkatkan kedisiplinan, penerapan absensi digital juga dinilai dapat mendukung pengelolaan data pendidikan yang lebih akurat. Sekolah dapat memiliki catatan kehadiran siswa secara rapi, sementara orang tua lebih mudah memantau perkembangan aktivitas belajar anak.
Dede berharap pemerintah daerah dan satuan pendidikan dapat mendorong pemanfaatan teknologi dalam sistem pendidikan, termasuk dalam pengawasan peserta didik. Menurutnya, transformasi digital di sekolah harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata, baik bagi guru, siswa, maupun orang tua.
"Teknologi harus hadir untuk membantu menciptakan pendidikan yang lebih tertib, transparan, dan berkualitas," pungkasnya. (sb/*)