seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

2.200 Masyarakat Peduli Api Diterjunkan, Dishut Kalteng Perkuat Barisan Hadapi Karhutla

by Redaksi - Tanggal 05-08-2026,   jam 16:48:00
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining

SB, PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan sebanyak 2.200 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di bawah koordinasi 18 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalteng untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, H Agustan Saining S.Hut., M.Si, menegaskan seluruh personel MPA saat ini disiagakan karena sejumlah wilayah di Kalteng masih menghadapi ancaman karhutla yang cukup tinggi, terutama pada puncak musim kemarau.

"Fokus kami sekarang adalah pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di Kalimantan Tengah," kata Agustan saat ditemui awak media di Rumah Dinasnya, Rabu (5/8/2026).

Ia mengungkapkan, beberapa daerah yang menjadi perhatian utama saat ini antara lain Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit), karena masih sering ditemukan titik-titik kebakaran.

"Sekarang ini banyak terjadi di wilayah Palangka Raya, Pulang Pisau, dan Sampit. Karena itu seluruh jajaran kami terus bergerak bersama Masyarakat Peduli Api untuk melakukan patroli, deteksi dini, sekaligus membantu pemadaman apabila ditemukan titik api," ujarnya.

Agustan menjelaskan, MPA yang dibina oleh Dinas Kehutanan Kalteng tersebar di 18 KPH dan terbagi dalam sekitar 150 regu. Setiap regu beranggotakan sedikitnya 15 orang yang telah dibekali kemampuan dasar dalam pencegahan, patroli, hingga penanganan awal kebakaran.

"Kurang lebih ada 150 regu MPA dengan masing-masing regu beranggotakan 15 orang atau lebih. Mereka menjadi garda terdepan bersama petugas kehutanan dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran," jelasnya.

Menurut Agustan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam pengendalian karhutla. Selain membantu penanganan di lapangan, keberadaan MPA juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Semakin cepat titik api diketahui dan ditangani, semakin besar peluang kita mencegah kebakaran meluas," tegasnya. (sb/*)