Kepala DLH Kotim, Marjuki meluncurkan Sistem Informasi Geospasial Air Permukaan Sungai Mentaya atau SIGAP Mentaya. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) punya cara baru untuk mengawasi kondisi Sungai Mentaya. Kamis (13/8/2026), DLH resmi meluncurkan Sistem Informasi Geospasial Air Permukaan Sungai Mentaya atau SIGAP Mentaya.
Aplikasi berbasis web ini dirancang untuk memudahkan pemantauan kualitas air Sungai Mentaya secara cepat, akurat, dan terintegrasi.
Kepala DLH Kotim, Marjuki, mengatakan inovasi tersebut diharapkan memperkuat pengawasan terhadap kondisi sungai yang memiliki peran penting bagi masyarakat.
“SIGAP Mentaya ini kita harapkan bisa menjadi salah satu instrumen untuk memantau kondisi Sungai Mentaya secara lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Marjuki.
Peluncuran diisi dengan pemaparan inovasi oleh penggagas SIGAP Mentaya, Dr. Titik Setiyowati. Aplikasi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA).
Tidak hanya diperkenalkan, peserta juga langsung mengikuti simulasi penggunaan aplikasi. Sejumlah perangkat daerah terkait dan jajaran DLH Kotim melihat bagaimana data kualitas air Sungai Mentaya dapat dipantau melalui sistem tersebut.
Marjuki menegaskan, menjaga Sungai Mentaya bukan hanya tugas DLH. Diperlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk masyarakat. “Melalui inovasi ini, diharapkan kolaborasi dalam menjaga kelestarian Sungai Mentaya semakin kuat demi terwujudnya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” katanya.
Dengan SIGAP Mentaya, DLH Kotim berharap potensi pencemaran dan kerusakan sungai bisa dipantau lebih terukur. Data yang tersedia juga diharapkan membantu pemerintah mengambil langkah lebih cepat dalam menjaga kualitas lingkungan. (f1/sb)