seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Musim Kemarau, RSUD Murjani Sampit Ingatkan Infeksi Kulit Akibat Kering

by Redaksi - Tanggal 15-08-2026,   jam 14:27:37
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany

SB, SAMPIT - Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mewaspadai meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau, tetapi juga gangguan kesehatan pada kulit yang dapat berujung infeksi.

Menurut Yulia, kondisi cuaca panas dan udara yang kering membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering, pecah-pecah, dan rentan menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.

“Kulit yang kering dan pecah-pecah jangan dianggap sepele. Kalau masih ringan bisa diatasi dengan krim pelembap, baby oil, atau hand body agar kelembapan kulit tetap terjaga,” ujar Yulia saat diwawancarai, Sabtu (15/8/2026).

Ia menjelaskan, kulit memiliki lapisan pelindung alami. Ketika kulit mengalami kekeringan yang parah, lapisan tersebut akan terbuka sehingga mikroorganisme lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

“Ibarat tanah liat yang kering, permukaannya akan pecah-pecah. Nah, kulit kita juga seperti itu. Saat serat-serat kulit terbuka, kuman yang ada di udara atau dari tangan yang kurang bersih bisa masuk dan menyebabkan infeksi,” jelasnya.

Yulia menambahkan, apabila infeksi sudah terjadi, proses penyembuhan akan lebih lama dan pasien berpotensi memerlukan pengobatan antibiotik sesuai indikasi medis.

Selain menjaga kelembapan kulit dengan pelembap, ia juga mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur guna membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama musim kemarau.

“Jangan menunggu sampai infeksi. Menjaga kulit tetap lembap dan menjaga kebersihan diri merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mencegah penyakit kulit,” pungkasnya  (f1/sb)