Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini didampingi Sekda Arbert Tombak mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya memperketat pemantauan harga dan pasokan pangan untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Selasa (18/8/2026).
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengikuti rapat tersebut secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya.
Rakor tidak hanya membahas inflasi. Evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah juga menjadi bagian pembahasan.
Dalam pengendalian inflasi, perkembangan harga sejumlah komoditas menjadi perhatian pemerintah. Di antaranya cabai merah, telur ayam ras, beras, minyak goreng, bawang putih, gula pasir, dan bawang merah.
“Pemantauan harga dan pasokan harus terus dilakukan agar gejolak harga bisa segera diantisipasi,” kata Zaini.
Pemko Palangka Raya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau kondisi pasar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Zaini mengikuti rakor bersama Sekda Kota Palangka Raya, perangkat daerah terkait, Dinas Perikanan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, serta jajaran TPID.
“Kita harus bergerak bersama. Stabilitas harga, ketersediaan pangan, dan daya beli masyarakat harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Pemko Palangka Raya menilai koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci untuk menghadapi potensi tekanan inflasi. Dengan pemantauan yang dilakukan secara rutin, pemerintah berharap kenaikan harga dapat ditekan sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat. (sb/*)