Pengerjaan perbaikan drainase di Jalan Tjilik Riwut oleh Pemkab Kotim. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai membenahi Jalan Tjilik Riwut, Sampit. Proyek senilai sekitar Rp7,5 miliar ini menjadi salah satu upaya pemerintah mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Pekerjaan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga pembangunan drainase. Keduanya dinilai harus dilakukan bersamaan agar sistem pembuangan air dapat berfungsi maksimal.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Bagus Anugrah Nusantara, mengatakan proyek tersebut sudah berkontrak sejak 10 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 7 Desember 2026.
“Fokus utamanya sebenarnya drainase. Tapi drainase kalau tidak diimbangi dengan peningkatan jalan akan kalah. Nanti tetap banjir,” kata Bagus, Rabu (19/8/2026).
Tahun ini, penanganan dilakukan sepanjang sekitar 675 meter di satu sisi Jalan Tjilik Riwut, dimulai dari kawasan Simpang Wella.
Menurut Bagus, peningkatan badan jalan dilakukan dengan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB). Proses recycling aspal mulai dikerjakan pada 18 Agustus 2026.
“Recycling aspal sudah dimulai. Setelah itu ada masa pemadatan sekitar 14 hari sebelum masuk tahap pengaspalan,” jelasnya.
Sementara untuk drainase, pemerintah menggunakan sistem precast. Saluran beton dibuat terlebih dahulu sebelum dipasang di lokasi pekerjaan.
“Jadi salurannya dicetak dulu, setelah siap baru dipasang di tempat,” ujarnya.
Bagus menjelaskan, pembangunan drainase dan peningkatan jalan masing-masing memiliki panjang sekitar 675 meter. Pekerjaan tersebut menjadi tahap awal atau project maker untuk penataan kawasan Jalan Tjilik Riwut.
“Ini baru tahap awal. Ke depan akan kita sambung sampai Simpang Empat Tjilik Riwut-Pramuka-Pemuda,” katanya.
Untuk jalur pembuangan air, drainase baru nantinya akan mengalirkan air ke dua arah. Salah satunya menuju saluran di kawasan Bumi Raya, sedangkan jalur lainnya diarahkan ke saluran di sekitar sungai dekat bengkel.
Pemkab Kotim berharap proyek tersebut mampu mengurangi genangan sekaligus membuat kondisi Jalan Tjilik Riwut lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pekerjaan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk penanganan banjir secara lebih menyeluruh di kawasan tersebut. (f1/sb)