Lewati ke konten utama
Provinsi

Hujan Mulai Guyur Palangka Raya, Warga Berharap Karhutla dan Kabut Asap Segera Hilang

Redaksi 23-08-2026, 17:29 WIB 1 menit baca
Kondisi ucapan yang mulai diguyur hujan terlihat gelap. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Kondisi ucapan yang mulai diguyur hujan terlihat gelap. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Minggu sore (23/8/2026), setelah kemarau panjang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Turunnya hujan disambut lega masyarakat. Pasalnya, kondisi kemarau panjang turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di sejumlah kawasan.

Meski demikian, hujan yang turun masih belum terlalu lebat. Warga pun berharap hujan terus berlanjut dengan intensitas lebih tinggi sehingga dapat membantu membasahi lahan yang kering dan memadamkan titik-titik api.

M Supriani, salah seorang warga Palangka Raya, mengaku bersyukur dengan turunnya hujan. Ia berharap hujan tidak hanya berlangsung sebentar, tetapi terus mengguyur hingga karhutla benar-benar padam.

“Alhamdulillah hujan. Semoga hujannya terus lebat dan karhutla bisa segera padam,” tutur Supriani.

Menurutnya, hujan sangat dinantikan masyarakat karena selain membantu mengurangi potensi kebakaran, air hujan juga diharapkan dapat mengurangi kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas warga.

“Kalau hujannya lebat dan lama, mudah-mudahan api bisa padam dan asap juga hilang. Setidaknya kabut asap bisa berkurang,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi harapan masyarakat Palangka Raya di tengah ancaman karhutla yang masih terjadi selama musim kemarau. Warga berharap hujan terus turun dalam beberapa hari ke depan sehingga kondisi udara membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

Turunnya hujan juga diharapkan menjadi momentum untuk membantu upaya pemadaman karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya.

Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, meskipun hujan telah mulai turun. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard