seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Batuk Lebih dari Dua Minggu, Dokter RSUD Murjani Ingatkan Waspada TBC

by Redaksi - Tanggal 27-08-2026,   jam 10:14:58
Dokter Patu RSUD dr Murjani Sampit foto bersama dengan dokter lainnya. (FOTO: ISTIMEWA) Dokter Patu RSUD dr Murjani Sampit foto bersama dengan dokter lainnya. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Masyarakat diminta tidak menganggap sepele batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu. Dua dokter spesialis paru RSUD dr Murjani Sampit mengingatkan kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda tuberkulosis (TBC).

Dokter Spesialis Paru, dr Efraim Kendek Biring, menjelaskan TBC merupakan penyakit infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya.

“Gejala TBC antara lain batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, meriang atau demam yang hilang timbul, sesak napas, penurunan nafsu makan, hingga berat badan yang menurun. Dalam beberapa kasus juga bisa disertai batuk darah,” ujar dr Efraim, Kamis (27/8/2026).

Ia meminta masyarakat yang mengalami gejala tersebut segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dan penanganan sejak dini penting untuk mencegah kondisi semakin parah sekaligus mengurangi risiko penularan.

Sementara itu, dr Muhamad Taufiqurrahman menekankan bahwa pasien TBC harus disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas. Obat harus diminum secara teratur sesuai anjuran dokter dan tidak boleh dihentikan sembarangan.

Selain rutin minum obat, pasien juga dianjurkan menggunakan masker dan menerapkan pola hidup sehat untuk membantu mencegah penularan. Dokter juga meminta masyarakat tidak memberikan stigma kepada penderita TBC. Penyakit tersebut bukan akibat faktor mistis maupun keturunan.

“TBC bukan penyakit guna-guna, bukan penyakit keturunan, dan bukan karena diracun. Ini adalah penyakit infeksi yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat,” tegasnya.

Kedua dokter berharap masyarakat lebih peka terhadap gejala TBC dan tidak menunda pemeriksaan. Semakin cepat ditemukan dan diobati, semakin besar peluang pasien sembuh sekaligus memutus rantai penularan. (f1/sb)