seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Banyu Datanglah, Kapan Air Mengalir dan Kapan Giliran Kami

by Redaksi - Tanggal 01-09-2026,   jam 10:37:00
Ilustrasi Ilustrasi

SB, KUALA KAPUAS - Banyu (air) datanglah, kapan air mengalir, giliran kami kapan, sudah dua hari tidak mengalir, aktifitas sulit akibat air tidak ada, demikian beberapa keluhan yang disampaikan masyarakat di Kota Kuala Kapuas Kabupaten Kapuas melalui grup Whatsapp maupun Media Sosial (Medsos) lainnya. 

Pasalnya sudah hampir dua pekan air Perumdam Tirta Pambelom Kapuas tidak beroperasi normal, bahkan harus stop setiap hari distribusi kepada pelanggan dengan sistem bergantian, karena musim kemarau yang membuat air baku asin. 

Ditambah kendala utama disebabkan oleh intrusi air asin yang mengontaminasi sumber air baku pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1. Sehingga membuat IPA 1 tidak dapat beroperasi sama sekali.

"Air sama sekali tidak mengalir, karena sangat terganggu dan mohon ada solusinya. Contoh ada pendistribusian air melalui mobil tangki di permukiman," ucap Sofyan salah satu warga yang mewakili masyarakat lainnya mengeluhkan. 

Kondisi ini belum tahu kapan berakhir, apalagi musim kemarau masih terjadi. Sehingga bagi masyarakat yang mampu dengan memasang sumur bor, meskipun harus antri akibat banyak permintaan. Bahkan ada yang membeli air isi ulang untuk kebutuhan mandi juga mencuci. 

Sementara Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pambelom, Abisua Setia Nugroho, memberikan klarifikasi mengenai penyebab dan langkah penanganan yang tengah dilakukan.

"Penyebab gangguan operasional Kendala utama disebabkan oleh intrusi air asin yang mengontaminasi sumber air baku pada Instalasi Pengolahan Air (IPA)

Kondisi ini membuat IPA 1 tidak dapat beroperasi sama sekali," ungkapnya. 

"Saat ini, pelayanan air untuk wilayah Kuala Kapuas sepenuhnya hanya mengandalkan IPA 2 dengan kapasitas terbatas, yaitu 100 liter per detik," lanjutnya.

Abisua menambahkan distribusi berdampak gangguan pada seluruh pelanggan di wilayah Kota Kuala Kapuas, Barimba, hingga Anjir.

Sebagai langkah darurat, Perumdam Tirta Pambelom menerapkan sistem penggiliran distribusi agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air, meskipun diakui masih terdapat keluhan di beberapa titik di mana air belum mengalir.

Gangguan layanan yang berlarut-larut hingga berhari-hari terjadi, karena kualitas air sungai sebagai sumber air baku utama masih terintrusi air asin dan belum membaik.

"Estimasi pemulihan pasokan air dipastikan baru akan kembali normal secara menyeluruh, jika IPA 1 sudah dapat beroperasi kembali. Selain itu bergantung pada kondisi alam, hingga air baku di sungai tidak lagi asin," pungkasnya.

Harapan dari masyarakat yang merupakan pelanggan Perumdam Tirta Pambelom Kapuas, agar ada solusi ke depan tidak terulang lagi. (f4/sb)