RS Bhayangkara Polda Kalteng Berhasil Identifikasi Lima ABK MT Elizabeth
SB, PALANGKA RAYA – Misteri identitas lima awak kapal MT Elizabeth yang ditemukan setelah kapal tanker tersebut tenggelam di Laut Jawa akhirnya terungkap. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Polda Kalteng berhasil mengidentifikasi kelima jenazah yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Proses identifikasi dilakukan secara bertahap sejak kelima jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kalteng, Palangka Raya. Kepastian identitas diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA dengan sampel keluarga.
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, kelima jenazah ditemukan di lokasi berbeda setelah MT Elizabeth tenggelam pada 21 Agustus 2026.
“Kelima jenazah kemudian dievakuasi Ditpolair Polda Kalteng ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalteng di Palangka Raya,” kata Budi, Jumat (25/9/2026).
Tim DVI Bidokkes Polda Kalteng kemudian melakukan proses identifikasi mulai 5 September 2026. Petugas mengambil sampel DNA dari masing-masing jenazah untuk dicocokkan dengan sampel ante mortem yang diperoleh dari keluarga korban.
Hasil pemeriksaan Laboratorium DNA Pusdokkes Polri diterima pada 22 September 2026. Hasil tersebut memastikan kelima jenazah merupakan awak MT Elizabeth yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian.
Kabiddokkes Polda Kalteng Kombes Pol dr Yusuf Kidingallo menjelaskan, proses identifikasi menggunakan sejumlah metode. Salah satu korban dapat langsung dikenali setelah petugas menemukan KTP di dalam barang bawaannya.
“Sedangkan empat korban lainnya dipastikan melalui pencocokan DNA dengan sampel keluarga,” jelas Yusuf.
Kelima korban yang berhasil diidentifikasi yakni Muhammad Rizki Prawira, 21, asal Karawang, Jawa Barat; Herijal, 73, asal Klaten, Jawa Tengah; Muhammad Farel bin Damsyah, 23, asal Surakarta, Jawa Tengah; Muhammad David Perdana, 23, asal Serang, Banten; dan Hendra, 24, asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Sebelum identitas dipastikan, empat jenazah sempat dimakamkan sementara di TPU Jalan Tjilik Riwut Kilometer 12, Palangka Raya. Setelah hasil pemeriksaan keluar, seluruh jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan di kampung halaman.
Budi mengatakan, keberhasilan proses identifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan musibah tenggelamnya MT Elizabeth. Lima korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah kapal yang membawa 14 ABK tenggelam di Laut Jawa.
“Kelima jenazah yang sempat dinyatakan hilang telah ditemukan, teridentifikasi, dan dipastikan merupakan awak kapal MT Elizabeth. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ungkapnya.
Sebelumnya, sembilan ABK MT Elizabeth berhasil diselamatkan kapal MT Anisia sekitar pukul 22.00 WIB saat kapal mulai tenggelam. Sementara lima awak lainnya terpisah dan tidak ditemukan dalam pencarian awal Basarnas.
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan melibatkan sejumlah kapal. Titik pencarian diperluas hingga akhirnya empat jenazah ditemukan warga di pesisir Sulya Hilir pada 3 September 2026 dan satu jenazah lainnya ditemukan nelayan di Pantai Sukamara.
Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan proses identifikasi di RS Bhayangkara Polda Kalteng hingga akhirnya seluruh korban berhasil diketahui identitasnya.
Keberhasilan Tim DVI mengungkap identitas kelima korban sekaligus mengakhiri penantian keluarga yang sebelumnya masih menunggu kepastian nasib para awak MT Elizabeth. (sb/*)